Friday, January 15, 2016

Bagaimana Kalau Aku tak Jadi Tua?

Aku tak dapat lagi berpikir, bagaimana ketika diri ini sudah tak disebut lagi sebagai seorang remaja, usia sudah mulai perlahan lahan merenta, namun tak ada prestasi ataupun kreatifitas yg berguna untuk orang lain.
Terlalu sibuk melakukan hal hal yg tak penting di masa keemasan,
Mencari jati diri terlalu lama hingga habis masanya,
Berfoya foya tanpa tujuan hanya mencari kesenangan,
tanpa berpikir bahwa waktu sekarang begitu cepat berjalan.
Maksiat sana, maksiat sini,
Tanpa kendali,
Hanya berpikir turuti nafsu birahi.
Syetan slalu berbisik kalau taubat itu bisa nanti,
Kala sudah tua dan mau mati..
Ohh.. kasian sekali masa mudaku,
Tak ada kontribusi,
Tak ada produksi,
Hanya menghabiskan waktu tanpa arti..
bagaimana jadinya kalau tiba tiba saja mati tanpa menjadi tua?

Thursday, January 14, 2016

Apakah cinta kita kepada Nabi itu hanya GOMBAL saja?

Seseorang yang mencinta, tentu akan mengorbankan apapun untuk yang dicinta,tidak hanya dengan kata atau hanya dengan teori saja,
namun harus bisa dibuktikan dengan tindakan yang nyata.

Begitupun dalam Maulid Nabi ini,
yang merupakan sebuah bentuk ekspresi cinta kita kepada sang manusia termulya,
namun rasa cinta kita kepadanya takkan bisa diakui kebenarannya,
jika tanpa pembuktian pengorbanan dalam setiap langkah kita,
Itu telah terjadi kepada paman beliau yang tercinta abu Tholib,
rasa cintanya kepada sang Nabi begitu besar, hingga ia terus menjaganya dari gangguan kaum kafir quraysi..
sang nabipun demikian, beliau juga sangat mencintai pamannya tersebut,
hingga saat terakhirnya tiba, beliau sangat bersedih atas kehilangannya.
Abu Thalib tetaplah seorang yang belum beriman hingga diakhir ajalnya, meski dengan membawa cinta yang teramat besar kepada sang keponakan..
itu semua semata mata karna Abu Tholib tidak memperjuangkan dirinya untuk beriman, dengan alasan malu, atau merasa tak enak kepada saudaranya Abu lahab, karena dengan berislam telah dianggap menghianati kepercayaan nenek moyangnya.
Sang Nabi bersedih bukan karna apa apa,
beliau hanya menyesali, dengan rasa cinta yang begitu besar kepadanya, mengapa sang paman tidak juga beriman, hingga ajal telah tiba.
Nabipun menangis dengan pilu, hingga tahun itu disebut dengan tahun kesedihan..
Itu sepenggal kisah hikmah yang dapat kita ambil sebagai pelajaran,
Rasa cinta saja tidak cukup, namun harus disertai dengan pengorbanan dan perjuangan.
kadang ketika kita hendak ingin bertaubat, kita malu akan ledekan teman,
malu dengan lingkungan,
Kadang rasa cinta itu telah mulai bersemi dihati kita kepada sang Nabi,
namun dengan alasan malas, atau malu, kita tak kunjung melaksanakan kemauannya.
Akankah cinta kita akan dinilai sebagai GOMBAL oleh sang Nabi?
hanya kita yang mampu mengukurnya..

Wednesday, January 13, 2016

Teka Teki Silang Islami (TTS ISLAMI) #3

PERTANYAAN MENDATAR:

1.       Salah satu Madzab fiqih yang dianut kurang lebih dari 15 % umat muslim di dunia, kebanyakan di afrika utara dan afrika barat, Madzab ini didirikan oleh guru dari Imam Syafi’I yang juga menjadi Imam Madzab, beliau adalah pengarang kitab Al Muwattho’ lahir di Madinah pada tahun 712 M dan wafat tahun 796 M.

5.       Surah ini diturunkan di Madinah dan seluruhnya terdiri dari 286 ayat. Nama  surah ini sendiri diambil dari cerita yang terdapat dalam surat tersebut tentang sapi betina pada masa Nabi Musa. Surah ini merupakan surah yang terpanjang di antara berbagai surat dalam Alquran. Di samping itu, Surah ini juga mengandung macam-macam hukum yang tidak terdapat di dalam surat yang lain. Karena itulah, Khalid bin Ma’adan menamakannya dengan Fusthath al-Quran (Tenda Besar Al-Qur’an). Di dalam riwayat lain, surat ini juga disebut dengan nama Sanam al-Qur’an (Punuknya Al-Qur’an). Surah ini juga memiliki beberapa keutamaan. Dalam salah satu hadis, Nabi SAW bersabda, “Janganlah kalian jadikan rumah kalian seperti kuburan. Sungguh, setan akan lari dari suatu rumah yang di dalamnya dibaca Surah Al-…..” Di samping itu, di dalam surah ini, juga terdapat ayat al-Kursi yang memiliki banyak keutamaan. Tentang ayat al-Kursi ini, Nabi Muhammad bersabda dalam salah satu hadisnya, “Pemimpin ayat Al-Qur’an adalah ayat Kursi.” Selain ayat Kursi, kedua ayat terakhir di dalam al-Baqarah juga memiliki banyak keutamaan. Dalam hal ini, Nabi SAW bersabda, “Barangsiapa yang membaca dua ayat terakhir dari Surah al-….. di dalam hari, maka kedua ayat itu akan mencukupkan dirinya.”

8.  Surah ini adalah surah ke-3 dalam al-Qur'an. Surah ini terdiri dari 200 ayat dan termasuk surah Madaniyah. Dinamakan surah (…..)  karena memuat kisah sebuah keluarga yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi Isa, persamaan kejadiannya dengan Nabi Adam, kenabian dan beberapa mukjizatnya, serta disebut pula kelahiran Maryam , ibu Nabi Isa. Surah Al-Baqarah dan surah ini dinamakan Az-Zahrawan (Dua Yang Cemerlang), karena kedua surah ini menyingkapkan hal-hal yang menurut apa yang disampaikan Al-Qur'an disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi Isa kedatangan Nabi Muhammad dan sebagainya. Pada ayat 7 terdapat "Pedoman Memahami Al-Kitab (Kitab Allah)."

10.  Salah satu dari Sifat Allah dalam Asmaul Husna yang berarti Memimpin dan Memberi Pertunjuk.

12. bagian dari bangunan masjid atau mushalla yang biasanya digunakan sebagai tempat imam memimpin salat berjamaah.

13.  Surah ke 6 dalam Al Qur’an, yang berarti binatang ternak, Surah Makkiyah terbesar yang turun secara bersamaan kecuali beberapa ayat saja, Ibnu Abbas mengatakan bahwa Surah ini turun pada malam hari yang di bawa oleh Jibril dan 70 ribu malaikat yang mengiringinya, itu sebagai tanda betapa penting dan mulianya surah ini.

14. Panggilan ayah

16. Semangat, Rajin dalam melakukan aktifitas.

17.  Rasululluh sangat jago dalam olahraga yang satu ini, bahkan Beliau pernah mengalahkan seseorang yang berbadan gagah dan kekar.

19. Surat ini terdiri atas 8 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Ath Thalaq. Imam Ahmad meriwayatkan dari Anas bin Malik, dia berkata: “Rasulullah saw. Bersabda kepada Ubay bin Ka’ab: “Sesungguhnya Allah menyuruhku untuk membacakan kepadamu, “lam yakunilladziina kafaruu min aHlil kitaabi”. Ubay bertanya: ‘Dia menyebut namaku kepdamu?’ Beliau menjawab: ‘Ya.’ Maka Ubay pun menangis.” Diriwayatkan oleh al-Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi dan an-Nasa-i.

23.  Salah satu sumber hukum agama islam, yang mengacu kepada sikap, tindakan, ucapan dan cara Rasulullah menjalani hidupnya atau garis-garis perjuangan (tradisi) yang dilaksanakan oleh Rasulullah.

25. sungguh dan bersih hati (benar-benar keluar dari hati yang suci); jujur; tidak pura-pura.

26. Keadaan seseorang yang telah beniat untuk melaksanakan ibadah haji dan atau umrah. Mereka yang melakukan ini disebut dengan istilah tunggal "muhrim" dan jamak "muhrimun". Calon jamaah haji dan umrah harus melaksanakannya sebelum di miqat dan diakhiri dengan tahallul.

27. Begitu Pentingnya ini, sampai Allah pun berfirman yang Artinya:  “Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (Al-Baqarah: 233). 

28. Nama dari apa saja yang dituliskan di atasnya kalamullah (Al-Quran) yang berada pada dua sampulnya.

PERTANYAAN MENURUN:

1.       Majelis Ulama Indonesia

2.       Janji yang sungguh-sungguh, pengakuan terhadapa apa yang di dakwakan.

3.       Ia adalah seorang muslim Penjelajah Dunia , lahir pada 24 Februari 1304 M (723 H) di Tangier Maroko. dikenal karena petualangannya mengelilingi dunia. Hampir 120.000 kilometer telah ditempuhnya selama rentang waktu 1325-1354 M atau tiga kali lebih panjang dari jarak yang telah ditempuh oleh Marco Polo. Seluruh catatan perjalanan dan pengalamannya selama pengembaraan ditulis ulang oleh Ibnu Jauzi seorang penyair dan penulis buku kesultanan Maroko.

4.       Salah satu nama hari dalam islam, yang artinya satu.

6.    Arah sholat kaum muslim seluruh dunia.

7.  Salah satu sifat Allah Swt dalam Asmaul Husna yang berarti Yang maha Pengasih

8.  Al Qur’an Surah ke 33, Terdiri atas 73 ayat, surah ini termasuk golongan surah-surah Madaniyah, diturunkan sesudah surah Ali Imran. Dinamai surat (……) karena yang berarti golongan-golongan yang bersekutu, karena dalam surah ini terdapat beberapa ayat, yaitu ayat 9 sampai dengan ayat 27 yang berhubungan dengan peperangan, yaitu peperangan yang dilancarkan oleh orang-orang Yahudi yang bersekutu dengan kaum munafik serta orang-orang musyrik terhadap orang-orang mukmin di Madinah.

9. Salah satu organisasi Radikal yang berada di Irak dan Suriah, yang mengklaim golongannya adalah penegak khilafah islam. Padahal sangat jauh dari nilai nilai islam itu sendiri. Organisasi inipun di cap sebagai organisasi teroris dunia yang mengatasnamakan islam.

11. seseorang yang memimpin sholat berjamaah.

15. pengajaran, sesuatu yg dapat kita kutip sepanjang selusur kehidupan kita ini.

16.Hukum bacaan Nun dan mim bertasjid.

18. suatu sistem klasifikasi yang digunakan untuk mengkategorikan manusia dalam populasi atau kelompok besar dan berbeda melalui ciri fenotipe, asal usul geografis, tampang jasmani dan kesukuan yang terwarisi. Biasanya berkaitan dengan kata “suku”

20. Surat ini terdiri atas 20 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Qaaf. Nama surah ini diambil dari ayat pertama surat ini. Yang artinya ialah negeri.

21. seseorang yang tidak memiliki ayah, Menjadi tanggungan seorang muslim untuk mengurusnya, bahkan dianggap sebagai pendusta agama jika tidak peduli padanya.

22. Salah satu makhluk Allah yang durhaka, yang telah di vonis sesat oleh Allah ketika ia berlaku sombong, merasa lebih baik dari Adam As.

24. harapan, semangat. 

Tuesday, January 12, 2016

Teka Teki Silang Islami (TTS ISLAMI) #2



Mendatar:

1.Yang di maksud dalam surat Al Baqarah ayat 30 dan Az-Zariyat ayat 56.
5.Salah satu madzab yang pendirinya adalah pengarang kitab Al Muwaththo’.
8.Periwayat hadits, Ketika di riwayatkan dengan Imam Bukhari dari sumber sahabat yang sama, maka hadits tersebut di sebut hadits Muttafaq Alaih (Disepakati atasnya)
10.Nama kitab yang fenomenal, yang di dalamnya terdapat pelajaran-pelajaran penyucian hati, ma’rifat, hakikat, yang di tulis oleh Ibnu Atho’ila Al Iskandari
12.Jika memakan dari harta ini ia bagaikan kerasukan syetan dan seperti orang gila.
14. Alam akhirat tempat orang kafir dan orang durhaka mengalami siksaan dan kesengsaraan
16.Beragama dengan berlebih-lebihan dan melampaui batas.
19.Pengarang Kitab monumental Ihya’ Ulumuddin
23.Satu dari 4 madzab yang pertama, yang di dirikan oleh Nu’man bin Tsabit bin Zauthah At Taimi
24.Sebutan lain dari seorang pembantu yang di perjual belikan, yang kini telah di hapuskan dalam islam.
25.Petunjuk, Bimbingan, yang tanpanya kita takkan pernah tahu jalan kebenaran

Menurun:


1.Tempat berkumpulnya seluruh manusia, yang mana di hari itu matahari hanya sejengkal, dan keringat bercucuran bahkan sampai tenggelam karnanya.
2.Orang yang menjadi pilihan Allah, yang mendapatkan wahyu untuk dirinya sendiri dan tidak wajib di sampaikan ke orang lain.
3.Sebuah nama surat dalam Al Qur’an yang menceritakan tentang sebuah berita besar yaitu hari kebangkitan
4.Alat yang di gunakan untuk mengosok gigi, yang di sunnahkan di pakai sebelum sholat.
6.Panggilan untuk bapak, ayah.
7.Salah satu Murid dari Imam Syafi’i, yang telah mengarang banyak kitab-kitab monumental, seperti Riyadus sholihin, Al Adzkar, Hadits Arba’in, Al Majmu’, Dll
9.Jika meminum Air ini, maka 40 hari shalatnya tidak di terima oleh Allah.
11.Anak laki laki, keturunan dari.
13.Salah satu sahabat nabi dengan kulit hitam, seorang budak, dan dialah yg pertama kali mengumandangkan Adzan di atas ka’bah
15.Kasih, sayang
17.Tak punya harga diri, rendah kedudukannya.
18.Jika tidak di jaga baik-baik maka panca indra ini akan lebih berbahaya daripada pisau yang tajam mensayat-sayat orang lain.
20.Membicarakan keburukan orang lain, yang dosanya lebih berat daripada berzina, bahkan di ibaratkan oleh Allah sebagai pemakan bangkai saudaranya sendiri.
21.Termasuk dari dosa besar, rajam adalah hukuman di dunianya.
22.Perbuatan untuk menyatakan kebaktian kepada Allah, yang di dasari ketaatan mengerjakan perintah-Nya, dan menjauhi larangan-Nya.

Teka Teki Silang Islami (TTS ISLAMI) #1

Teka Teki Silang Islami

Dalam rangka membuat pembelajaran agama islam dengan asyik dan rilex, maka teka teki berikut ini saya buat, selain untuk mengasah pengetahuan agama, juga sebagai sarana untuk belajar agama dengan lebih santai dan menyenangkan.


PERTANYAAN MENDATAR:

3. Mempunyai sopan santun, sebagai manusia kita diwajibkan mempunyai sifat ini.
6. Berangan angan, salah satu sifat yang dilarang dalam islam.
7. Allah menjanjikan pahala yang berkali lipat jika seseorang mengamalkan ini, bisa dengan harta, benda, tenaga, bahkan hanya dengan senyum di depan saudaranya.
8. Masjid yang berada di bumi palestina, tempat Mi’raj Rasulullah Saw, yang jika seseorang sholat didalamnya, maka pahalanya sama dengan sholat 1000 kali lipat.
10. Membaca ayat suci Al Qur’an dengan nada yang indah, sesuai dengan tajwid dan makhrajnya.
12. Air yang keluar dari mulut, jika keluar dari mulut seekor anjing maka harus bersuci dengan air dan tanah.
14. Sebutan untuk sebuah keburukan yang dilakukan seseorang, jika ia tidak segera bertaubat maka siksalah balasannya.
15. Lawan dari kata buruk, yang setiap saat harus kita lakukan sebagai orang islam.
17. Sholat sunnah yang bilangan rakaatnya ganjil, yang dilaksanakan pada malam hari setelah sholat isya’ dan sebelum sholat shubuh.
18. Usia yang sudah tak lagi muda, jika dalam usia ini ia tetap tak mau mendekatkan diri kepada Allah, sungguh sangatlah merugi hidupnya.
19. Salah satu rukun islam yang wajib dilaksanakan pada waktu bulan Ramadhan, yang Allah telah berjanji akan membalas sendiri pahalanya bagi orang yang melakukan.
20. Dulu benda ini dianggap sebagai tuhan, bahkan ada ratusan yang mengelilingi ka’bah, ia adalah berhala dijaman jahiliyah, benda yang bisadi ukir, dibuat sendiri, dan dinamai sendiri dengan latta dan uzza.
21. Rata rata usia manusia habis hanya untuk melakukan ini, sebuah aktifitas yang membuat mereka layaknya orang mati, tidak produktif, namun akan menjadi pahala jika diniatkan agar lebih kuat dalam bekerja dan beribadah, sebagai sarana untuk mengistirahatkan diri.

PERTANYAAN MENURUN:

1. Seratus tahun
2. ,Menggunjing, Sebuah aktifitas yang termasuk dosa besar, bahkan oleh Allah di ibaratkan seperti memakan bangkai saudaranya sendiri, dosanya lebih besar dari berzina.
3. Karunia Allah yang mendatangkan kebaikan, harta, ilmu, dll, jika tidak memiliki ini maka hidup akan jauh dari kedamaian.
4. Salah satu rukun islam yang berhubungan dengan sosial, yang dengan ini harta menjadi bersih, harta menjadi berkah, salah satu ibadah yang mengutamakan kepedulian kepada sesama, sebagai pelebur kebakhilan menjadi kedermawanan, bahkan jika tidak mengamalkan ini, sholatnya tidak akan diterima, karena perintahnya selalu bergandengan dengan sholat.
5. Bodoh, tidak pandai, hanya menuruti hawa nafsu tanpa menggunakan akal.
7. Jika tidak mengucapkan ini saat nabi nabi di sebut, maka ia adalah orang yang bakhil, kikir, bahkan Allah dan malaikatpun melakukan ini, sebuah pahala yang sangat besar jika sering mengucapkan kalimat ini.
9. Rukun islam yang kedua, yang menjadi tiang agama, yang akan dihisab pertama kali amalannya, jika tidak melakukan ini maka termasuk dosa besar.
11. Allah telah banyak berjanji dengan kata ini, dalam surah Ad Dhuha, Surah An Asr, Al Lail, karna begitu pentingnya ia, yang begitu banyak dilalaikan manusia.
13. Guru agama, yang mengajarkan ilmu agama, mengajar mengaji, seseorang yang harus kita hormati karna jasanya yang begitu besar.
16. Sebuah tanah tempat Rasulullah lahir, tanah tempat umat islam berhaji, yang dengan bahasa ini Al Qur’an diturunkan

Monday, January 11, 2016

APA YANG KAMU TINGGALKAN UNTUK ANAK-ANAKMU ?

Pada saat hari pembaiatan kholifah Al Manshur Rohimahulloh, masuklah “Muqotil bin Sulaiman”
rohimahulloh.

Kemudian sang kholifah pun berkata kepadanya: “Berilah saya nasehat wahai Muqotil..”

Beliaupun menjawab: “Saya beri nasehat dg yg pernah saya lihat ataukah yg saya dengar..?!

Kholifah: “dg yg engkau lihat..”

Muqotil: “Wahai amirul mukminin..!! Umar bin Abdul aziz (kholifah yg terdahulu) memiliki 11 orang anak. Beliau meninggalkan warisan hanya 18 dinar. 5 dinar utk membeli kafan dan 4 dinar utk membeli pekuburan beliau, sisanya 9 dinar dibagikan kepada 11 anaknya. Dan Hisyam bin abdul malik (kholifah setelahnya) punya 11 orang anak juga, dan jatah warisan tiap anaknya 1 juta dinar.

Demi Alloh wahai amirul mukminin..

Sungguh saya tlah menyaksikan dg mata kepala saya sendiri disuatu hari salah seorang anak umar bin Abdul Aziz bersedekah 100 kuda perang utk jihad fii sabilillah, dan salah seorang anak hisyam bin abdul malik, sedang mengemis didalam pasar..

Beliau melanjutkan nasehatnya,

“Orang2 pernah bertanya kepada umar bin abdul aziz (sebelum wafatnya), “apa yg kamu tinggalkan utk anak2mu?!” (Karena umar terkenal dg sedekahnya yg luar biasa)

Maka beliau (umar bin abdul aziz) pun menjawab: “Saya meninggalkan utk mereka ketakwaan kpd Alloh, Jika mereka adalah orang2 yg sholeh, maka sesungguhnya Alloh adalah wali (pelindung) bagi orang2 yg sholeh. Jika mereka bukan orang yg sholeh, maka tidak akan saya tinggalkan sedikitpun yg membantu mereka bermaksiat kpd Alloh..”

Renungkanlah..!!
Berapa byk orang yg sibuk, bekerja keras, bersusah payah didunia ini hanya demi menjamin kehidupan anaknya dimasa depan..

Mereka mengira, dg uang atau harta yg ada setelah kematiannya adalah jaminan kehidupan bagi anak keturunannya. Namun mereka lupa akan jaminan yg agung & hakiki yg tlah di janjikan Sang Maha Pencipta di dlm Kitab-NYA (Al Qur'anul Karim).

"SIKAP BENAR DAN MERASA BENAR"

Secara alamiah, manusia memang memiliki pandangan yang terbatas, ia hanya mampu melihat apa yang ada
di depan matanya.

Namun, Tuhan menganugerahinya mata hati yang mampu menerobos berbagai tembok pembatas. Tingkat ketajaman mata hati itu sangat tergantung dari kerendahan hati dan kedalaman ilmu seseorang.

Seseorang dikatakan arif bijaksana bila ia memiliki ketajaman mata hati. Menjadi benar itu penting, tapi merasa benar itu tidak baik. Kearifan akan membuat seseorang menjadi benar, bukan merasa benar.

Perbedaan Orang Benar dan Orang yang Merasa Benar :

- Orang benar, tidak akan berpikiran bahwa ia adalah yang paling benar.

Sebaliknya orang yang merasa benar, di dalam pikirannya hanya dirinya yang paling benar.

- Orang benar, bisa menyadari kesalahannya.

Sedangkan orang yang merasa benar, merasa tidak perlu untuk mengaku salah.

- Orang benar, setiap saat akan introspeksi diri dan bersikap rendah hati.

Tetapi orang yang merasa benar, merasa tidak perlu introspeksi. Karena merasa sudah benar, mereka cenderung tinggi hati.

- Orang benar memiliki kelembutan hati.
Ia dapat menerima masukan/kritikan dari siapa saja. Bahkan dari anak kecil sekalipun.

Orang yang merasa benar, hatinya keras. Ia sulit untuk menerima nasihat, masukan apalagi kritikan.

- Orang benar akan selalu menjaga perkataan dan perilakunya, serta berucap penuh kehati-hatian.

Orang yang merasa benar, berpikir, berkata, dan berbuat sekehendak hatinya tanpa mempertimbangkan dan mempedulikan perasaan orang lain.

Pada akhirnya, orang benar akan dihormati, dicintai dan disegani oleh hampir semua orang.

Namun orang yang merasa benar sendiri hanya akan disanjung oleh orang-orang yang berpikir sempit, yang sepemikiran dengannya, atau orang-orang yang sekadar ingin memanfaatkan dirinya.

Sahabat fillah, mari terus memperbaiki diri untuk bisa menjadi benar, agar tidak selalu merasa benar.
Bila kita sudah termasuk tipe "orang benar", bertahanlah dan tetaplah "rendah hati"....

KEBIJAKAN SEORANG KYAI SEPUH

KEBIJAKAN SEORANG KYAI SEPUH.
-) KYAI : tadi kamu minum segelas air yang aku beri satu sendok GULA, apa yang kamu rasakan....?
-) SANTRI : rasanya MANIS Kyai...
-) KYAI : lalu yang aku beri satu sendok GARAM....?
-) SANTRI : waduh kalo yang itu benar-benar rasanya ASIN.
Lalu sang Kyai mengajak santri itu menuju ke kolam masjid yang airnya sangat bening dan menaburkan satu sendok gula, kemudian...
-) KYAI : coba kamu minum air kolam, dan apa yang kamu rasakan..!
-) SANTRI : segar banget Kyai...
Kemudian Kyai menaburkan satu sendok garam di kolam itu dan....
-) KYAI : sekarang kamu minum lagi air kolam dan bagaimana rasanya...?
-) SANTRI : tetap segar Kyai....
-) itulah kehidupan, cobaan MANIS dan ASIN itu menjadi tidak terasa bagi orang yang HATINYA penuh 
dengan rasa SYUKUR. Maka LAPANGKAN HATIMU dengan SYUKUR, dan selalu SABAR dari segala apa yang terjadi pada dirimu, karena itu yang TERBAIK dari ALLOH untukmu.
-) SANTRI : baik Kyai...akan selalu aku ingat pesan yang sangat bijak ini, Insya Allah.

Sumber: https://www.facebook.com/shofi.syah?fref=nf

Secuil Nasehat dari Simbah guru KH. Maimun Zubair

Secuil Nasehat dari Simbah guru KH. Maimun Zubair~sarang~rembang:
1. ojo kakean suudzon mundak peteng atilan rekoso urip (jgn sering buruk sangka biar hatimu tdk gelap dan tdk hidup sengsara)
2. benci ojo nemen2 mundak nyanding (jgn terlalu benci nanti malah nempel)
3. kudu wani ngetoke gagah senajan rasane kudu nangis (harus berani tampil kuat meski sebenarnya pengen nangis)
4. aku seneng karo wong sing ora patio weruh donyo (aku suka dengan orang yg tdk begitu mengurusi harta dunia)
5. yen duwe karep kok durung istitho'ah ojo dipikir nemen2 mundak cepet mati (klo punya keinginan tp kok blm mampu maka jgn terlalu dipikir supaya tdk cepat mati)
6. santri yen wes muleh kudu wani istiqomah (santri klo sdh pulang kampung dr tempat belajar/pondok pesantren hrs berani istiqomah)
alfatehah kagem beliau,semoga selalu diberi kesehatan dan panjang umur...

Sumber: https://www.facebook.com/Mudzakiraqm

Penyesalan dari sebuah Kesuksesan

Sebuah kesadaran seorang Steve Jobs di saat2 akhir HIDUPnya
Dlm dunia bisnis, aku adalah simbol dari kesuksesan, seakan2 harta dan diriku tidak terpisahkan, karena selain kerja, hobbyku tak banyak.
Saat ini aku berbaring di rumah sakit, merenung jalan kehidupanku, kekayaan, nama, kedudukan semuanya itu tidak ada artinya lagi.
Malam yg hening, cahaya & suara mesin di sekitar ranjangku, bagaikan nafasnya maut kematian yg mendekat pada diriku.
Sekarang aku mengerti, seseorang asal memiliki harta secukupnya buat diri gunakan itu udah cukup. Mengejar kekayaan tanpa batas bagaikan monster yg mengerikan.
Tuhan memberi kita organ2 perasa, agar kita bisa merasakan cinta kasih yg terpendam dalam hati kita yg paling dalam. Tapi bukan kegembiraan yg datang dari kehidupan yg mewah --- itu hanya ilusi saja.
Harta kekayaan yg aku peroleh saat aku hidup, tak mungkin bisa aku bawa pergi. Yg aku bisa bawa adalah kasih yg murni yg selama ini terpendam dalam hatiku. Hanya cinta kasih itulah yg bisa memberiku kekuatan dan terang.
Ranjang apa yg termahal di dunia ini? Ranjang orang sakit. Orang lain bisa bukakan mobil untukmu, orang lain bisa kerja untukmu, tapi tidak ada orang bisa menggantikan sakitmu. Barang hilang bisa didpt kembali, tapi nyawa hilang tak bisa kembali lagi.
Saat kamu masuk ke ruang operasi, kamu baru sadar bahwa kesehatan itu betapa berharganya.
Kita berjalan di jalan kehidupan ini. Dgn jalannya waktu, suatu saat
akan sampai tujuan. Bagaikan panggung pentaspun, tirai panggung akan tertutup, pentas telah berakhir.
Yg patut kita hargai dan sayangkan adalah hubungan kasih antar keluarga, cinta akan suami - istri dan juga kasih persahabatan antar teman.
HARGAI SETIAP DETIK DLM KEHIDUPAN KITA , ISI HIDUP KITA DGN PERKARA PERKARA YG TDK BISA DIBELI DGN UANG .
Pesan Moral:
Kesehatan adalah ASET Terbesar hidup kita.
Org China Mengibaratkan Kesehatan sebagai Angka 1 dan Kekayaan sebagai Angka 0
Seringkali kita sibuk mengumpulkan Angka 0 (Kekayaan) setiap Hari...Hingg melupakan Angka 1 (Kesehatan)
Perhatikan!
1.000.000.000.000.000.000
Betapa KAYAnya kita jika memiliki harta sedemikian banyaknya.
Tpi apa jadinya deretan Angka 0 ne jika 1nya hilang???
Masih ada artinya kah?
Share jika kawan2 menganggp ini bermanfaat..
KEEP FIGHT!!!
Copas Taufik Kaya

Kisah Ikan yang Tertipu

Tipuan
Apabila langit terbelah,
dan apabila bintang bintang jatuh berserakan,
dan apabila lautan menjadikan meluap,
dan apabila kuburan kuburan di bongkar,
maka tiap tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan yang dilalaikannya.
Idzassamaaaaaa unfatharats...
Kata Idza dalam kalimat surat al infithar diatas adalah bermakna sebuah kejadian yang belum terjadi, namun pasti terjadi, itulah janji Allah yang telah di firmankanNya,
sebuah gambaran dari terjadinya hari kiamat yang sering di lalaikan oleh manusia akan kedatangannya,
itu semua karna Allah sendiri telah menginformasikan kepada manusia bahwa dunia ini hanyalah sebuah tipuan, yang dengan tipuan itu manusia bergembira, berbangga dengan yang telah didapatnya,
sebagai pengibaratannya adalah, ada lima ekor ikan sedang berebut makanan yang telah dilekatkan di kail seorang pemancing, umpan itu sangatlah menggoda mereka, sebuah santapan yang amat lezat yang merayu pandangan mata, tak hayal para ikan itupun berebut untuk mendapatkannya, sampai pada akhirnya didapatlah dari salah satu ikan tersebut, ia cukup senang, riang, marem kalau dalam bahasa jermannya, bisa makan makanan yang lezat, kawan kawannya pun pada iri, meri, dengan apa yang didapat oleh si ikan tersebut, "kenapa bukan aku yang dapet" ucap salah satu temennya, "enak sekali ya dia bisa makan itu" timbal ikan satunya. Namun setelah itu ditariklah kail tersebut, dan terpentallah ikan yang mendapatkan makanan tersebut keluar daratan, bingunglah ikan itu, "dimana aku, dimana aku?" sampai ia tak sanggup untuk bernafas lagi, dan dijadikanlah ia santapan oleh sang pemancing, sementara itu ikan ikan yang masih ada di bawah lautan, mereka mengetahui hal itu, mereka menjadikannya bahan obrolan, " kasian sekali temen kita, dia telah mati" terus begitu sampai pada suatu saat mereka pun melupakannya , dan terulanglah peristiwa peristiwa itu kepada mereka, namun masih banyak yang terjebak oleh tipuan yang sama.
ya begitulah ibarat simple dari tipuan dunia, tipuan itu selalu mengiming imingi kita dengan kesenangan, kebahagiaan, yang tiada ujungnya, sungguh pantaslah jika ada pertanyaan yang mainstream seperti ini, " Duh menungsoo.. tipuan yang mana lagi yang membuatmu untuk ninggalin sholat, apa karna pekerjaanmu? apa karna dolananmu? tipuan yang mana lagi yang membuatmu jadi tak ingat mati, tipuan yang mana lagi yang membuatmu lupa silaturrahmi, tipuan yang mana lagi yang membuatmu melupakan akhirat? Astaghfirullah..."
Disambunglah dengan ayat berikutnya di surat surah Al Infithar ayat ke 6
" Hai manusia, apakah yang memberdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah?"
Jlepp...
*Catatan kecil dari kajian tafsir Ustad Sholeh Wahid di Musholla Al Furqon Jl. Pratama Nusa Dua dengan sedikit bahasa bebas..
Semoga bermanfaat..
Wallahu'alam..
Awy Imam
08 Januari 2016

Review My Status Facebook 2

Dalam rangka menyelamatkan tulisan sederhana di fb saya beberapa waktu lalu, maka saya pun
berinisiatif menyimpannya di blog ini, setelah versi pertama juga telah di terbitkan beberapa tahun lalu. :)
bagi yang berkenan membaca ya monggo, buat saya pribadi, ini adalah sebuah media untuk mengekspresikan pikiran,juga sebagai media untuk belajar nulis, biasa banget sih, tapi semoga bermanfaat.. cekidot.... :)
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Hidayah
Pernahkah memperhatikan seseorang?
saat di pasar, di mall, di pantai dimanapun,
dengan segala keunikan cara berpakaiannya, cara jalannya, tingkah lakunya,
ada orang yang tampil seksi dengan belahan dada dan punggungnya,
ada yang brukut semua tertutup aurotnya,
ada yang stylish dynamis dengan pakaian modernnya,
ada yang rambutnya cool ala artis korea,
ada yang gondrong kriwul ala rastafara,
ada yang botak plontos ala kadarnya,
mungkin bagi yang alim (atau gaya alim) akan berkata,
"orang jaman sekarang, makin gila aja tampilannya"
dan bagi mereka yang gaul (gaya gaul) akan berkata,
"wuiih, keren banget stylenya itu, nyalon dimana"
mereka seperti itu ya memang begitulah mereka, tingkat hidayah yang mereka serap itulah yang membuat mereka berpenampilan seperti itu,
Setiap manusia itu diciptakan dalam keadaan suci putih bersih,
tergantung siapa yang menuntunnya,
namun disisi lain manusia itu sebenarnya juga diberikan kemampuan untuk menyeleksi mana yang baik dan mana yang buruk, makanya ada kata BALIGH.
dalam proses inilah manusia itu dihadapkan dengan pilihan "Mau atau tak Mau" menerima segala bentuk petunjuk yang disebut hidayah, namun kebanyakan dari mereka menanggapi hidayah itu dari suara terbanyak, apakah temen temennya yes atau no.
mereka semua tahu kalau mabuk mabukan itu buruk bagi tubuh, tapi mereka lebih memilih melakukannya, berarti artinya mereka "Tak Mau menerima hidayah"
Dalam hal ini kita juga tak bisa langsung menjugde mereka yang melakukan itu dengan perkataan yang buruk,
karna kita juga tak tahu sampai kapan ia akan terus menolak hidayah itu.
Suatu hari saya bertemu salah satu teman saya di Masjid, dia menyapa saya "Hey Mas" sontak saya kaget, Lo kamu!!
setelah itu saya ngobrol ngobrol sejenak dengan dia, "kemana aja kamu? koq tumben ada disini?"(keceplosan bilang tumben, harusnya kan gak boleh ya..hehe)
"iya mas, sekarang saya tinggal di daerah atas sana, gini mas, saya baru sadar, kalau saya tu pengen kayak dulu lagi, sudah terlalu banyak saya nglakuin dosa, makanya sekarang saya ke masjid terus"
"yo Alhamdulillah kalau begitu, apa sih yang mau di cari di dunia ini, kalau cuma ugal ugalan gak jelas, nyari kepuasan, ketenangan, padahal disana gak pernah ada, justru adanya ya disini ni, di mesjid, kumpul dengan temen temen, ngadain acara, marawis ngaji dan lain lain, ayo ikut ikut aja sama kita kita,yang pasti akan lebih ngademin ati" (sok bijak banget sih gue.. grin emotikon )
"oh iya mas, ya kapan kapan wes tak ikut aku.."
Ya begitulah, semua manusia itu punya fitrah kebaikan, dengan sendirinya ia akan menyadari bahwa mereka itu sebenarnya baik, hanya saja dari faktor eksternalnya itu yang kurang mendukung,
maka dari itu, jika punya niatan untuk berhijrah, gantilah kawan kawan lama yang gak memberi efek kebaikan, namanya juga hijrah, harus ada yang di ganti dong, jangan kawatir, imam syafi'i Ra pernah berkata " merantaulah, sungguh engkau akan mendapatkan sahabat yang lebih baik dari sahabat sahabat yang engkau tinggalkan, tambang emas takkan menjadi emas jika tak di bawa ke pengolahan emas."
ingat.. dalam diri setiap manusia itu adalah tambang emas, maka jadikanlah ia berharga dengan mengolahnya menjadi emas"
semoga ini jadi hidayah ya..
Wallahua'lam..

-------------------------------------------------------------------------------------------------------
Tipuan
Apabila langit terbelah,
dan apabila bintang bintang jatuh berserakan,
dan apabila lautan menjadikan meluap,
dan apabila kuburan kuburan di bongkar,
maka tiap tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan yang dilalaikannya.
Idzassamaaaaaa unfatharats...
Kata Idza dalam kalimat surat al infithar diatas adalah bermakna sebuah kejadian yang belum terjadi, namun pasti terjadi, itulah janji Allah yang telah di firmankanNya,
sebuah gambaran dari terjadinya hari kiamat yang sering di lalaikan oleh manusia akan kedatangannya,
itu semua karna Allah sendiri telah menginformasikan kepada manusia bahwa dunia ini hanyalah sebuah tipuan, yang dengan tipuan itu manusia bergembira, berbangga dengan yang telah didapatnya,
sebagai pengibaratannya adalah, ada lima ekor ikan sedang berebut makanan yang telah dilekatkan di kail seorang pemancing, umpan itu sangatlah menggoda mereka, sebuah santapan yang amat lezat yang merayu pandangan mata, tak hayal para ikan itupun berebut untuk mendapatkannya, sampai pada akhirnya didapatlah dari salah satu ikan tersebut, ia cukup senang, riang, marem kalau dalam bahasa jermannya, bisa makan makanan yang lezat, kawan kawannya pun pada iri, meri, dengan apa yang didapat oleh si ikan tersebut, "kenapa bukan aku yang dapet" ucap salah satu temennya, "enak sekali ya dia bisa makan itu" timbal ikan satunya. Namun setelah itu ditariklah kail tersebut, dan terpentallah ikan yang mendapatkan makanan tersebut keluar daratan, bingunglah ikan itu, "dimana aku, dimana aku?" sampai ia tak sanggup untuk bernafas lagi, dan dijadikanlah ia santapan oleh sang pemancing, sementara itu ikan ikan yang masih ada di bawah lautan, mereka mengetahui hal itu, mereka menjadikannya bahan obrolan, " kasian sekali temen kita, dia telah mati" terus begitu sampai pada suatu saat mereka pun melupakannya , dan terulanglah peristiwa peristiwa itu kepada mereka, namun masih banyak yang terjebak oleh tipuan yang sama.
ya begitulah ibarat simple dari tipuan dunia, tipuan itu selalu mengiming imingi kita dengan kesenangan, kebahagiaan, yang tiada ujungnya, sungguh pantaslah jika ada pertanyaan yang mainstream seperti ini, " Duh menungsoo.. tipuan yang mana lagi yang membuatmu untuk ninggalin sholat, apa karna pekerjaanmu? apa karna dolananmu? tipuan yang mana lagi yang membuatmu jadi tak ingat mati, tipuan yang mana lagi yang membuatmu lupa silaturrahmi, tipuan yang mana lagi yang membuatmu melupakan akhirat? Astaghfirullah..."
Disambunglah dengan ayat berikutnya di surat surah Al Infithar ayat ke 6
" Hai manusia, apakah yang memberdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah?"
Jlepp...
*Catatan kecil dari kajian tafsir Ustad Sholeh Wahid di Musholla Al Furqon Jl. Pratama Nusa Dua dengan sedikit bahasa bebas..
Semoga bermanfaat..
Wallahu'alam..
Awy Imam
08 Januari 2016
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Khusnudzon
Jika dalam hukum negara, setiap orang yang bermasalah dengan hukum berhak bahkan wajib mendapatkan benteng dengan gelar praduga tak bersalah, meskipun ia dituduh mencuri, merampok, dan lainnya, ini sebagai bentuk pengakuan, bahwa fitrah manusia adalah baik, sampai ada bukti kalau ia benar benar telah bersalah, dan yg berhak memutuskan bahwa ia bersalah atau tidak bukanlah polisi, pengacara, atau kita, tapi hakim yg tertinggi, kita mau ngomong apa, mau apa aja, tetap keputusan ada di tangan hakim.
Begitu juga dengan kehidupan kita, seberapa sering kita melakukan dosa, kesalahan, kekhilafan, dengan title yang bermacam macam dari seseorang, kamu pendosa, kamu musyrik, kamu kafir, yang berhak menentukan itu semua bukanlah kita sebagai sesama manusia, anggaplah orang itu adalah ustad, guru, teman, ya mereka semua mengatakan itu dalam kapasitasnya sebagai manusia, sepengetahuan mereka ya cuma sekedar sampai situ, meskipun apa yg mereka katakan benar, atau dianggap benar, tapi tetap, keputusan apakah si praduga ini benar benar salah atau tidak, itu ada di tangan Sang Hakim..
Allah Azza Wajalla..
Bisa jadi Allah mengampuni, ya karna memang Ia adalah Sang Maha pengampun,
atau bisa jadi Ia menghukum, Ya karna memang Ia Sang Maha Kuasa,
Sang Maha Adil,
yang tetap ada padaNya sifat Rahman dan Rahim..
Wallahua'lam..
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dalam perjalanannya, hidup memang tak pernah di ketahui arah berlabuh, meski telah terancang oleh rencana,
namun yakinlah, selama hidup kita masih di dunia, jalan itu akan selalu ada,
kadang kita terlalu takut dg sesuatu yg belum tentu ada dan terjadi,
sehingga membuat hidup menjadi tak karuan terpontang panting tak jelas kemana,
tujuan hidup memang sudah jelas, yaitu mati,
namun menjalani kehidupan itu yg harus benar benar terkonsep rapi,
karna saat mati jalan itu cuma ada dua, di siksa atau di manja..
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Luru ngelmu
Kadung yg namanya luru ngelmu itu siapa saja bisa jadi gurunya, siapa saja temennya, apa aja organisasinya, opo ae kendaraane,
Mau merah kuning hijau sampai ungu, asalkan ngelmune manfangat, yo luronono..
Gak usah mikiri omongane uwong, ape diarani milu gendero abang ijo kuning, yo bah bah kunu,
Malah semakin banyak warna kan malah bagus..
Jadi gak fanatik sangklek..
Sitik sitik bidngah..
Sitik sitik musryik..
Heladalah..
Wes dudu jamane..
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kehausan dalam samudera
Jikalau kering terbuai dahaga,
banyaknya air tak jua melega,
bukan karna kurangnya harta,
juga bukan karna berlalunya cinta,
aku tertatih dalam kehausan,
di tengah gelombang ombak samudera,
aku hanya terbiasa menikmati kata-kata,
yg di sebut ilmu jika ia menjelma..
aku rindu..
hatiku mulai keras bagai batu..
hanya air yg suci yg mampu,
melelehkan hati yg haus akan ilmu..
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sang perantau
Maha suci Allah yg memberikan jalan untuk merantau,
sehingga tercukupi semua apa yg di sebut miskin,
Alhamdulillah dg merantau,
yg insyaallah di ridhloi-Nya,
terlepas dari,
Miskin harta,
Miskin ilmu,
Miskin pengalaman,
Miskin networking,
Miskin akhirat yg terpenting..
Itulah yg di sebut hijrah sejati,
yg di sebut berpindah,
yg di namakan tambang emas menjadi perhiasan..
buat sahabat sahabat perantauanku,
good luck..
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Ustad, kenapa dengan dosa kita yg kecil bisa dibalas dengan siksa yg sangat pedih di akhirat, apakah itu adil?
"Dunia ini adalah tempat menanam, dan apa yg ditanam pasti akan mendapatkan hasilnya yg berlipat lipat, seperti kalanya sebatang pohon tomat, berapa banyak buah yg dihasilkannya, padahal awal mula menanamnya hanyalah sebiji benih dari ratusan biji yg ada dalam buahnya,
Begitulah Allah membalas, hidup kita didunia ini adalah menanam, dan apakah yg kita tanam, kebaikan atau keburukan? Allah akan melipat gandakan diakhirat kelak, dengan panen yg banyak, itulah yg sering tidak kita sadari, kita terlalu banyak menabur benih keburukan, yg hasilnya nanti akan kita panen dg menangis, karna keburukan itu jadi berlipat lipat, kembali kepada kita."
"Nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan"
(Qs.Ar Rahman)
Disadur dari ceramah KH.Sholeh Wahid "Muhasabah akhir tahun"
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Aku bukan diriku..
Gundah, gelisah, bermuram durja.
Bukan karna cinta juga bukan karna apa apa ,
Tapi kenyataan betapa sering berlaku durhaka.
Keluar dari kubangan dosa yang tak kunjung laksana..
Aku bukan diriku..
Selama nafsu ini mengendalikanku..
Aku akan menjadi aku,
Jika hanya "Engkau" yang memenuhi jiwaku..
Allah..
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Harga cewek
Sudah bukan menjadi rahasia umum, assesoris cewek itu amatlah banyak dan ribet mungkin bagi cowok, mode pakaian yang gak ada habisnya, yang selalu berubah dan selalu ada tren tren baru di setiap bulannya, bahkan setiap minggu, make up yang paling mencolok, dari bedak kwintalan sampai ons ons-an, semuanya pernah di cobanya, tas, gelang, cincin, giwang, yang setiap saat berganti mode juga tak luput dari inceran mereka,
baju satu yg bagi cowok bisa buat 5 tahun, bagi si cewek bisa jadi hanya untuk sebulan, karna harus ganti model,
iya sudah, kesimpulannya, cewek itu mahal, dan memang seharusnya cewek itu di hargai,
namun kadang si cewek itu sendiri yg tidak menghargai bahwa dirinya itu mahal,
buktinya masih banyak saja cewek yang membeli barang mahal, tapi justru membuat dirinya malah terlihat aneh,
beli celana harga 500rb, tapi tinggi celana sampai di paha,
beli baju harga sejuta, tapi kain tengah malah bolong ternyata,
dan kadang juga saya pun melihatnya.. jiahaaa...
‪#‎mau‬ gimana lagi, orang di depan mata.. 
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Mati hati
Akupun turut merasakan,bagaimana kematian hati yg lama tak terisi,
akupun tak mampu menyalahkan mereka yg benar benar mati hatinya,karna itu memang sulit untuk menghidupkannya,
ya.. benar,
memang perlu istiqomah untuk mengasah hati,
dengan menghadiri majlis-majlis ilmu,
agar hati senantiasa hidup,dan tidak pernah dalam kegalauan..
hidayah itu di temukan karna di cari,
bukan menunggu adanya hidayah sampai akhirnya mati..
good night...
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
ketika masa down di titik nadir, maka yang bisa di lakukan hanyalah mencoba naik, karna memang sudah berada di nadir, ya, semua lika liku kehidupan memang telahdi atur, dan hidup hanya menapaki peraturan itu, ketika lapar makan, ketika haus minum, ketika lelah istirahat, hidup hanya begitu begitu saja, hanya menunggu mati. jadi untuk apa meratapi kesedihan yang menimpa? toh akhirnya mati juga.. perbaiki hidup, dan ingatlah setelah mati..
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


grin emotikon

Sunday, December 27, 2015

Pendidikan Anak Metode Rasulullah SAW (Usia 11 – 14 Tahun) [BAGIAN-3]

Berikut ini kami bagikan cara mendidikan anak-anak metode Rasulullah SAW untuk usia 11 – 14 tahun [BAGIAN-3]. Anda dapat mambaca artikel sebelumnya pada Bagian-1: Pendidikan Anak Metode Rasulullah SAW (Usia 4 – 10 Tahun), dan pada Bagian-2: Pendidikan Anak Metode Rasulullah SAW (Usia 11 – 10 Tahun)

1. Perintah Memberi Makan dan Pakaian kepada Anak

Ubadah bin Al Walid berkata, Rasulullah bersabda:

“…Berilah mereka makan dari apa yang kalian makan dan berilah mereka pakaian dari apa yang kalian pakai…” (Shahih, Adabul Mufrad, 566).

2. Menyuruh Anak Segera Tidur Setelah Isya’

Rasulullah dan para sahabatnya mengakhirkan shalat isya’. Karena itu, Umar memerintahkan agar anak-anak dan istrinya menunaikannya pada awal waktu supaya mereka segera tidur, Umar pergi menemui Rasulullah, lalu berkata, “Wahai Rasulullah, marilah kita shalat, kaum wanita dan anak-anak telah tidur.” Rasulullah pun keluar rumah, sedangkan dari kepala beliau menetes air bekas wadhunya. Beliau bersabda:

“Seandainya tidak memberatkan umatku atau manusia, aku pasti memerintahkan mereka agar shalat (isya’) pada waktu sekarang ini.” (Bukhari, Kitab Tamani, 6698).

3. Melarang Tidur Telungkup

Ayah Ya’isy bin Thakhfah Al Ghifari berkata:

“Ketika saya sedang berbaring tertelungkup di dalam masjid, tiba-tiba ada seseorang yang menggerakkan tubuhku dengan kakinya, seraya berkata, ‘Ini adalah cara tidurnya orang yang murkai Allah (ahli neraka).’ Ketika aku menoleh, ternyata orang itu adalah Rasulullah.” (Abu Dawud, Kitab Adab, 4383).

4. Memisahkan Tempat Tidur Anak Sejak Usia 10 Tahun

Rasulullah bersabda:

“Perintahkan anak-anak kalian mengerjakan shalat bila telah menginjak usia 7 tahun dan pukullah mereka karena meninggalkannya bila telah berusia 10 tahun dan pisahkanlah tempat tidur mereka….” (Shahih Sunan Abu Dawud, 466 dan Ahmad, 6467).

5. Membiasakan Anak Menundukkan Pandangan dan Memelihara Aurat

Al Fadhl bin Abbas bercerita:

“Ketika aku sedang dibonceng di belakang Rasulullah dari Muzdalifah ke Mina, tiba-tiba muncul seorang Arab badui yang membonceng anak perempuannya yang cantik. Kendaraannya berjalan bersebelahan dengan unta yang kendarai oleh Rasulullah. Waktu itu aku memandang anak perempuannya.

Rasulullah pun memandang ke arahku dan memalingkan wajahku dari anak perempuan itu. Akan tetapi, aku memandangnya lagi dan beliau memalingkan wajahku lagi. Beliau melakukan hal tersebut sebanyak tiga kali karena aku memandanginya terus, sedangkan beliau terus mengucapkan talbiyah-nya hingga selesai dari melempar jumrah Aqabah.” (Muttafaq Alaih).

6. Rasulullah Tidak Pernah Memukul Anak, Tapi Beliau Menjelaskan Aturan Memukul dan Bahaya Pemukulan

Abu Umamah menjelaskan bahwa Rasulullah pernah menerima dua anak. Beliau memberikan salah seorang dari keduanya kepada Ali. Beliau berpesan:

“Jangan pukul dia karena aku melarang memukul orang yang shalat dan aku melihatnya mengerjakan shalat sejak kami terima.” (Shahih Adabil Mufrad, 121).

Aisyah berkata:

“Rasulullah tidak pernah memukul dengan tangannya, baik terhadap istri maupun pelayannya, kecuali bila berjihad di jalan Allah.” (Muslim, Kitab Fadhail, 4296).

Rasulullah juga bersabda:

“Seorang yang kuat bukanlah orang yang dapat membanting orang lain. Tetapi, orang yang kuat ialah yang mampu mengendalikan dirinya saat sedang marah.” (Muttafaq Alaih).

7. Hentikan Pemukulan Bila Anak Meminta Tolong Kepada Allah

Rasulullah bersabda:

“Orang yang meminta perlindungan kepada kalian atas nama Allah maka lindungilah dan siapa yang meminta kepada kalian dengan nama Allah maka berilah.” (Shahih Al Jami’, 6021).

Al Mubarakfuri mengatakan:

“Ath-Thayyibi berkata, ‘Itu bila pukulan untuk pengajaran. Adapun bila itu untuk hukuman had (hukuman), maka tidak boleh dihentikan. Demikian pula jika ia meminta perlindungan kepada Allah hanya untuk menipu’.” (Tuhfatul Ahwadzi: VI, 67).

8. Jangan Pukul Bagian Sensitif dan Jangan Emosi

Seorang lelaki yang mabuk atau harus menjalani hukuman had minum khamr dihadapkan kepada khalifah Ali. Sahabat Ali berkata:

“Deralah ia dan berikanlah kepada setiap anggota tubuhnya bagian yang hendak diterimanya. Tapi, hidarilah wajah dan kemaluannya.” (Ahkamul Quran: III, 322).

Rasulullah bersabda:

“Apabila seseorang di antara kalian memukul, maka hindarilah bagian wajah.” (Muslim, Kitab Birri wash Shilah, 4729).

Rasulullah juga pernah berpesan secara berulang kepada lelaki badui saat ia mengatakan, “Berpesanlah kepadaku!” Rasulullah menjawab:

“Kamu jangan suka marah.”

Lelaki itu berkata, “Setelah kurenungkan apa yang dipesankan Rasulullah, ternyata aku menyadari bahwa sikap marah menghimpun semua keburukan.” (Bukhari, Kitab Adab, 5651).

9. Menghukum Anak dengan Cara Halus dan Lembut

Abdullah bin Busr Al Mazini berkata:

“Ibuku mengutusku untuk mengantarkan setangkai anggur kepada Rasulullah. Namun, aku memakannya sebelum sampai kepada beliau. Ketika aku tiba di tempat beliau, beliau menjewer telingaku (secara halus) dan memanggilku dengan sebutan, ‘Wahai penghianat kecil’.” (Musnad Asy Syamiyyin: II, 355).

10. Jangan Manjakan Anak dan Menuruti Semua Kemauannya

Khaulah binti Hakim berkata, Rasulullah bersabda:

“Sesungguhnya anak itu bisa menjadi penyebab kikir, pengecut, bodoh, dan sedih.” (Shahih Al Jami’, 1990).

Ibnu Abbas meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda:

“Gantungkanlah pecut di tempat yang bisa dilihat oleh keluarga kalian.” (Shahih Al Jami’, 4021).

Jadi, di balik kecintaan dan kasih sayang orang tua kepada anaknya, Rasulullah tidak menginginkan adanya sikap memanjakan secara berlebihan dan memperturutkan semua keinginan anak. Sehingga sang anak nanti akan berbuat sesukanya dan menuruti semua yang diinginkannya, tanpa ada yang melarangnya.

Orang tua yang bersikap seperti ini sama dengan melakukan tindak kejahatan yang besar terhadap anaknya sendiri. Sikap memanjakan dan memberikan kasih sayang yang berlebihan ini mengakibatkan anak merasa tidak pernah ada yang melarang bila berbuat kesalahan serta sama sekali tidak pernah dibiasakan untuk taat kepada Allah dan memelihara batasan-batasan hukum-Nya.

11. Bahaya Bergaul dengan Anak Manja

Al Ghazali berkata:

“Anak harus dijaga untuk tidak bergaul dengan teman-teman sebaya yang dibiasakan hidup senang, mewah, dan mengenakan pakaian-pakaian yang mahal. Karena, apabila anak dibiarkan seperti itu sejak usia dini, kebanyakan akan tumbuh menjadi anak yang berperangai buruk, pendusta, pendengki, suka mencuri, suka iseng, suka menipu, dan suka berbuat seenaknya. Tiada cara lain untuk menghindarkan anak dari hal-hal tersebut kecuali dengan memberikan pengajaran yang baik dan pendidikan yang menyeluruh.” (Ihya ‘Ulumuddin, III).

12. Rasulullah Menjenguk, Mendoakan Kesembuhan dan Mengobati Anak-anak yang Sakit
As Saib bin Yazid berkata:

“Bibiku membawaku pergi menemui Rasulullah lalu berkata, ‘Wahai Rasulullah, keponakanku ini sedang sakit. Maka Rasulullah mengusap kepalaku dan mendoakan keberkahan bagiku dan beliau berwudhu lalu aku minum dari bekas air wudhunya. Setelah itu aku berdiri di belakang punggungnya dan kulihat cap kenabian ada di antara kedua pundaknya seperti telur burung puyuh.” (Muttafaq Alaih).

13. Meluruskan Kekeliruan dengan Bijak

Rafi’ bin ‘Amru Al Ghifari mengatakan:

“Dahulu aku dan anak muda sebayaku sering melempari pohon kurma milik orang-orang Anshar. Maka hal itu dilaporkan kepada Rasulullah, ‘Ada anak yang suka melempari pohon kurma kami.’ Akhirnya, aku dibawa menghadap Rasulullah dan beliau bertanya:

‘Nak, mengapa engkau melempari pohon kurma?’ Aku menjawab, ‘Untuk saya makan buahnya.’ Beliau bersabda, ‘Kamu jangan lagi melempari pohon kurma, tapi makanlah buahnya yang jatuh di bawahnya.’

Selanjutnya, beliau mengusap kepalaku seraya berdoa, ‘Ya Allah, kenyangkanlah perutnya’.” (Az Zar’i, Hasyiyah Ibnu Qayyim, dishahihkan At Tirmizi).

14. Membantu dan Mengajari Anak Bila Tidak Mampu Mengerjakan Sesuatu

Abu Sa’id Al Khudri berkata:

“Rasulullah berjumpa dengan seorang anak muda yang sedang menguliti kambing, maka beliau bersabda kepadanya: ‘Minggirlah, aku akan memperlihatkan cara yang benar kepadamu.’

Rasulullah pun memasukkan tangannya di antara kulit dan daging seraya memanjangkannya hingga tangannya masuk sampai ke bagian ketiaknya, lalu bersabda, ‘Hai anak muda, seperti inilah yang harus kamu lakukan bila menguliti kambing.’

Sesudah itu beliau berlalu dan shalat dengan orang banyak tanpa berwudhu lagi dan tidak menyentuh air.” (Shahih Ibnu Hibban: III, 1163 dan Shahih Abu Dawud, 3239).

15. Mengajari Cara Pengobatan Alami

Diriwayatkan:

Umar pernah menemui Rasulullah, sedangkan di dekat beliau terdapat seorang anak remaja berkulit hitam yang sedang memijit punggung beliau. Umar bertanya, “Apa yang terjadi?” Beliau menjawab, “Tadi malam aku terjatuh dari untaku.” (Lihat Ibnu Atsir, An Nihayah bab Qahama).

Terlihat bahwa Rasulullah mengajari anak remaja itu bagaimana cara memijat otot-otot beliau agar memperingan rasa sakit.

16. Bergaul dan Menceritakan Pengalaman Masa Kecil kepada Anak

Anas mengatakan:

“Sesungguhnya, dahulu Rasulullah benar-benar bergaul dengan kami.” Rasulullah juga menceritakan kepada anak-anak tentang pengalaman kecil beliau. Beliau bersabda:

“Aku pernah menghadiri perjanjian Muthayyibin bersama paman-pamanku saat aku masih remaja, dan aku tidak suka melanggar perjanjian itu meskipun diberi imbalan unta merah.” (Bukhari, Kitab Adab, 5664).

17. Mengucapkan Salam kepada Anak-anak yang Sedang Bermain

Anas telah menceritakan:

Bahwa pada suatu hari ia berjumpa dengan sejumlah anak-anak, lalu ia mengucapkan salam kepada mereka. Anas berkata, “Seperti itulah yang dilakukan oleh Rasulullah.” (Bukhari, Kitab Isti’dzan, 5778).

Bagi para orang tua, buang rasa segan dan canggung untuk memulai mengucapkan salam terlebih dahulu kepada sekelompok anak. Demikian Rasulullah memberi teladan.

18. Mengajari Etika Masuk Rumah

Anas berkata, Rasulullah bersabda:

“Hai anakku, jika kamu masuk ke dalam rumah keluargamu ucapkanlah salam, niscaya akan membawa berkah kepadamu dan juga bagi keluargamu.” (Tirmizi, Kitab Adab wal Isti’dzan, 2622).

Beliau bersabda kepada orang yang masuk ke tempat beliau tanpa mengucapkan salam lebih dahulu:

“Kembalilah dan ucapkan, ‘Assalamu’alaikum, apakah aku boleh masuk?’”

Mengucapkan salam merupakan latihan bagi mereka tentang adab-adab yang diajarkan oleh syariat. Dalam hal ini juga berfungsi sebagai penunduk sifat sombong, dan mengandung makna tawadhu dan kelembutan. (Fathul Bari’, Kitab Isti’dzan, XI).

19. Mengajarkan Anak Etika Meminta Izin

Anas sering masuk ke tempat Rasulullah tanpa izin. Pada suatu hari Anas datang dan hendak masuk begitu saja, maka Rasulullah bersabda kepadanya:

“Tetaplah di tempatmu wahai anakku, karena sesungguhnya telah terjadi suatu perintah berkenaan denganmu, maka jangan lagi kamu masuk kecuali dengan meminta izin terlebih dahulu.” (Bukhari, Adabul Mufrad, 807).

Sahl bin Sa’ad berkata:

“Seorang lelaki mengintip dari suatu lubang ke kamar Rasulullah yang saat itu beliau sedang memegang sisir untuk menggaruk kepada beliau. Ketika Rasulullah melihat kelakuan lelaki itu, beliau bersabda:

 “Seandainya sejak semula aku mengetahui kamu sedang mengintip, tentulah akan kutusuk matamu dengan ini. Meminta izin itu ditetapkan tiada lain hanyalah untuk kebolehan melihat.” (Muttafaq Alaih).

20. Memotivasi Anak Menghadiri Perayaan dan Mengunjungi Kerabat

Anas berkata:

“Rasulullah melihat anak-anak dan kaum wanita datang dari pesta perkawinan. Beliau pun berdiri tegak (dengan gembira), lalu bersabda:

 ‘Ya Allah (saksikanlah), kalian termasuk orang-orang yang paling kucintai’.” Rasulullah mengucapkannya sebanyak tiga kali, yang dimaksud adalah kaum Anshar.

21. Menjaga Perasaan Anak-anak dalam Perayaan

Aisyah meriwayatkan:

Bahwa Abu Bakar masuk ke tempatnya saat ia bersama dua budak yang menyanyikan dan memukul rebana pada hari-hari mina. Sementara itu, Rasulullah sedang membentangkan (menjemur) baju beliau. Maka Abu Bakar membentak mereka berdua. Rasulullah pun melongokkan wajah dari balik baju yang dijemurnya dan bersabda:

“Biarkanlah saja wahai Abu Bakar karena ini sedang hari raya.”

Aisyah berkata:

“Aku melihat Rasulullah menutup dirinya dariku dengan jubahnya sedangkan aku melihat orang-orang Habasyah yang sedang bermain saat aku masih kecil. Maka mereka menghormati kadudukan anak kecil.”

22. Menganjurkan Anak Bergaul dengan Ulama dan Bersikap Santun Kepada Mereka

Rasulullah bersabda:

“Sungguh, memuliakan orang Islam yang tua usia, orang yang pandai tentang Al Qur’an yang tidak sombong dan tidak mengabaikannya, serta memuliakan penguasa yang adil termasuk bagian dari mengagungkan Allah.” (Shahih Al Jami’, 2199).

Rasulullah juga bersabda:

“Tidak termasuk golonganku orang yang tidak belas kasih terhadap yang lebih muda dan tidak mau menghormati orang yang lebih tua serta tidak pula menghargai hak orang yang alim di antara kita.” (Ahmad, Musnad Anshar, 21693).

23. Memberitahu Anak tentang Peperangan Kaum Muslim Menghadapi Musuh

Urwah menceritakan:

Bahwa ayahnya, Zubair mempunyai beberapa bekas luka pada tubuhnya yang dialami sewaktu dalam peperangan badar. Urwah berkata, “Aku sering memasukkan jariku ke dalam bekas luka pukulan pedang yang sudah sembuh itu seraya memainkannya sewaktu aku masih kecil…” (Bukhari, Kitab Maghazi, 3678).

Memberitahu anak terhadap penindasan kaum muslim di berbagai belahan bumi oleh musuh-musuh Islam dapat menumbuhkan kepedulian terhadap nasib saudara seiman, sekaligus tanggungjawab apa yang harus mereka lakukan hari ini dan esok.

24. Mengingatkan Anak Agar Tidak Berteman dengan Orang Jahat

Rasulullah bersabda:

“Perumpamaan teman duduk yang baik dan teman duduk yang buruk adalah seperti orang yang membawa minyak misik dan pande besi. Pembawa minyak misik adakalanya memberikannya kepadamu atau kamu membeli darinya atau kamu peroleh bau yang harum darinya, tetapi pande besi adakalanya baju kamu akan terbakar oleh percikan apinya atau kamu peroleh bau yang tidak enak darinya.” (Muttafaq Alaih).

25. Mengajari Etika Berbicara dan Menghormati yang Lebih Tua

Diriwayatkan:

Abdurrahman bin Sahl dan Huwayyishah bin Mas’ud datang menghadap kepada Rasulullah. Abdurrahman membuka pembicaraan, maka Rasulullah bersabda:

“Hormatilah yang lebih tua! Hormatilah yang lebih tua!” (Muttafaq Alaih).

Diriwayatkan:

Rasulullah sendiri apabila putrinya, Fatimah, masuk menemuinya, beliau bangkit menyambutnya dan menciumnya serta mendudukannya di tempat duduknya. Begitu pula sebaliknya, apabila beliau masuk menemuinya, ia bangkit menyambutnya dan menciumnya serta mempersilahkannya duduk di tempat duduknya.” (Ibnu Abdil Bar, At Tamhid: XXIII, 204).

Diriwayatkan:

Ketika Sa’ad bin Mu’adz hendak masuk ke masjid dan telah berada di dekatnya, Rasulullah bersabda kepada orang-orang Anshar:

“Berdirilah kalian untuk menghormati pemimpin kalian atau orang yang terbaik di antara kalian.” (Muttafaq Alaih).

26. Mendidik Anak untuk tidak Menjengkelkan Sesamanya

Rasulullah bersabda:

“Tidaklah beriman kepadaku orang yang tidur malam dalam keadaan kenyang, sementara tetangganya kelaparan dan ia mengetahuinya.” (Shahih Al Jami’, 5505).

Al Ghazali mengatakan:

“Hendaknya seorang anak tidak dibiarkan berbangga diri didepan teman-teman sebayanya dengan harta yang dimiliki oleh orang tuanya atau dengan sesuatu dari makanannya, pakaiannya, atau buku dan penanya. Akan tetapi, hendaklah anak dibiasakan bersikap rendah diri, menghormati setiap orang yang bergaul dengannya, dan lemah lembut tutur sapanya dengan mereka.” (Ihya ‘Ulumuddin).

27. Memperingatkan Anak Agar Tidak Saling Mengancam Meski Bergurau

Abu Hurairah berkata, Rasulullah bersabda:

“Barang siapa yang mengacungkan besi kepada saudaranya, maka sungguh para malaikat melaknatnya sampai ia meninggalkan perbuatannya, meski yang diacungi itu saudara kandungnya.” (Muslim, Kitab Birri  wash Shilah, 4741).

Para malaikat melaknat orang yang melakukan hal tersebut walaupun hanya bercanda.

28. Melarang Anak Mengejutkan Orang Lain Meski Bergurau

Abdurrahman bin Abu Laila mengatakan:

“Para sahabat pernah menceritakan kepada kami bahwa ketika mereka sedang dalam perjalanan bersama Rasulullah dalam suatu misi, tiba-tiba seorang lelaki diantara mereka tidur. Salah seorang di antara mereka pun mengambil anak panahnya. Ketika lelaki itu terbangun, ia terkejut karena anak panahnya tidak ada dan orang-orang menertawakannya. Rasulullah bertanya:

‘Mengapa kalian tertawa?’

Mereka menjawab, ‘Tidak ada, melainkan kami telah mengambil anak panah orang ini, lalu ia terkejut.’ Rasulullah bersabda:

‘Seorang muslim tidak boleh menakut-nakuti saudaranya sesama muslim’.” (Shahih, Musnad Ahmad, 22959).

29. Memberi Keringanan Kepada Anak

Anas bercerita:

“Rasulullah adalah orang yang akhlaknya paling baik. Suatu hari beliau mengutusku untuk suatu keperluan. Aku berkata, ‘Demi Allah, aku tidak akan pergi.’ Namun, hatiku berbisik bahwa aku harus pergi karena ini adalah perintah Rasulullah. Akhirnya, aku berangkat hingga melewati anak-anak yang sedang bermain di pasar. Tanpa sadar, ternyata Rasulullah memegang tengkukku dari belakang. Aku pun memandang beliau, sedangkan beliau tertawa. Beliau bersabda:

‘Wahai Anas kecil, apakah engkau telah pergi sesuai perintahku?’ Aku menjawab, ‘Ya, saya akan pergi wahai Rasulullah’.” (Telah ditakhrij sebelumnya).

30. Melarang Anak Lelaki Menyerupai Perempuan, dan Sebaliknya

Abdullah bin Yazid berkata:

“Ketika kami sedang berada di rumah Abdullah bin Mas’ud, datanglah seorang anaknya yang mengenakan baju gamis dari kain sutera. Ibnu Mas’ud bertanya, ‘Siapa yang memberimu pakaian ini?’ Anaknya menjawab, ‘Ibuku.’ Ibnu Mas’ud pun merobek baju gamisnya dan berkata, ‘Katakanlah kepada ibumu agar dia memberimu pakaian selain kain sutera ini’.” (Majma’uz Zawaid: V, 144).

Rasulullah bersabda:

“Kaum lelaki dari umatku diharamkan mengenakan kain sutera dan emas, dan kaum wanitanya dihalalkan (mengenakan keduanya).” (At Turmidzi, Kitab Libas, 1742).

31. Melatih Anak Berpenampilan Sederhana dan Melatih Ketahanan Diri

Rasulullah bersabda:

“Tidak ada yang memakai sutera di dunia kecuali orang yang nanti di akhirat tidak mendapatkannya kecuali hanya sekian.” Beliau bersabda sambil menunjukkan jari telunjuk dan jari tengah. (Tahqiq Musnad Ahmad, 243).

Dalam hal melatih ketahanan diri anak, Rasulullah sendiri pernah mengembala kambing. Beliau bersabda:

“Tidaklah sekali-kali Allah mengutus seorang nabi, melainkan pernah mengembala kambing.” Para sahabat bertanya, “Dan juga engkau?” Beliau menjawab, “Ya, dahulu aku mengembala kambing milik penduduk Mekkah dengan imbalan beberapa qirath.” (Bukhari, 2102).

Rasulullah juga pernah melakukan perlombaan memanah, balap lari, balap kuda, dan balap unta. Beliau bersabda:

“Tiada perlombaan kecuali memanah, balap kuda, atau balap unta.” (Shahih Sunan Ibnu Majah, 2787).

Abul Ward meriwayatkan dari Ali yang menceritakan:

Bahwa Fatimah menggiling gandum dengan tangannya sendiri hingga meninggalkan bekas pada tangannya, mengambil air sendiri dengan qirbah sehingga membekas pada lehernya, dan ia menyapu rumahnya sendiri hingga pakaiannya berdebu. Ketika Rasulullah mendapat banyak pelayan, Ali berkata, “Sebaiknya kamu datang menghadap kepada ayahmu untuk meminta seorang pelayan untuk meringankan pekerjaanmu.” Fatimah pun datang mengahadap kepada Rasulullah, tapi dia menjumpai di sisi beliau sedang banyak orang. Akhirnya Fatimah pulang.

Keesok harinya Fatimah datang lagi kepada Rasulullah dan beliau bertanya, “Apa keperluanmu?” Fatimah diam, sehingga terpaksa Ali yang berbicara tentang maksud kedatangannya. Maka Rasulullah bersabda:

“Hai Fatimah, bertakwalah kapada Allah, tunaikanlah kewajiban Rabbmu dan lakukanlah pekerjaan rumah tanggamu. Apabila engkau hendak tidur, bertasbihlah sebanyak 33 kali, bertahmidlah sebanyak 33 kali, kemudian bertakbirlah sebanyak 34 kali. Itulah 100 wirid yang lebih baik bagimu dari pada mendapat seorang pelayan.” (Muttafaq Alaih).

32. Memperlakukan Anak Perempuan dengan Baik dan Menjelaskan Kedudukannya Mereka dalam Islam

Diriwayatkan:

Rasulullah selalu menyambut dan mencium Fatimah ketika ia datang, menggandeng tangannya, mempersilahkan ia duduk di sebelah beliau. Rasulullah bersabda:

“Barang siapa memeliki tiga anak perempuan, atau tiga saudara perempuan, atau dua anak perempuan atau dua saudara perempuan lalu memperlakukan mereka dengan baik dan bertakwa kepada Allah dalam mengasuh mereka, maka baginya surga.” (At Turmidzi, Kitab Barri wash Shilah, 1839 dan Abu Dawud, Kitab Adab, 4481).

33. Mengingatkan Orang yang Menelantarkan Nafkah dan Pendidikan Anak

Rasulullah bersabda:

“Bila ia keluar karena berusaha mencari nafkah untuk anaknya yang masih kecil maka ia berada di jalan Allah. Bila ia keluar mencari nafkah untuk dirinya maka ia berada di jalan Allah. Dan bila ia keluar mencari nafkah karena ingin dilihat atau sebagai kebanggaan, maka ia berada di jalan setan.”

34. Mengingatkan Agar Tidak Merendahkan Orang Lain

Aisyah berkata:

“Aku pernah berkata kepada Rasulullah, ‘Cukuplah sikapmu terhadap Shafiyyah karena dia begini dan begini’. Maka Rasulullah bersabda:

 ‘Sungguh, engkau telah mengucapkan suatu kalimat yang seandainya kalimat itu dicampukan dengan air laut, niscaya akan mencemarinya’.” (Ahmad, Kitab Adab, 4232).

Demikianlah beberapa cara mendidikan anak-anak metode Rasulullah SAW untuk usia 11 – 14 tahun [BAGIAN-3]. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Sumber: mahluktermulia.wordpress / Syeih Jamal Abdurrahman dalam bukunya yang berjudul “Athfalul Muslimin Kaifa Robaahumun Nabiyyul Amin Saw” yang sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia oleh Agus Suwandi dengan Judul  “Islamic Parenting, Pendidikan Anak Metode Nabi” Solo: Aqwam, 2010

 Baca artikel sebelumnya:

Pendidikan Anak Metode Rasulullah SAW (Usia 0 – 3 Tahun) [BAGIAN-1]

Pendidikan Anak Metode Rasulullah SAW (Usia 4 – 10 Tahun) [BAGIAN-2]