Showing posts with label Dakwah Whats App. Show all posts
Showing posts with label Dakwah Whats App. Show all posts

Friday, July 8, 2016

Kapan Nikah?

KAPAN NIKAH?

Tidak. Kita tak sedang membahas pertanyaan yang sering muncul di seputar Lebaran. Tulisan ini hanya saran kepada para bujang, semoga mereka berkenan menjadikannya pertimbangan.

Banyak pria yang menunggu mapan untuk mulai berrumahtangga. Tapi saya amati, mereka yang menikah di waktu mapan akan dipertemukan Allah dengan pasangan yang memang siapnya untuk mapan. Dari mereka juga akan hadir anak-anak dalam suasana mapan, dibesarkan dalam kemapanan, dan hanya siap tumbuh menjadi generasi mapan.

Hanya sedikit yang memulai pernikahan dengan kemapanan, lalu dapat menyuasanakan rumahtangganya dengan semangat perjuangan.

Pentingkah rumahtangga yang disesaki ruh perjuangan itu? Barangkali saya terlalu melankolis, tapi rumahtangga para Nabi dan Rasul 'Alaihimus Shalatu was Salaam yang kita baca dalam Al Quran lebih sering mencerminkan itu. Ibrahim yang hidup berpindah-pindah dan sering berpisah. Yusuf yang direnggut dari kasih oleh dengki dan mengalami lika-liku ngeri. Musa yang dibuang agar selamat tanpa kisah tentang Ayah. Muhammad yang yatim lagi piatu, diasuh paman yang hidupnya miskin dan tertungkus lumus di antara debu.

Rumah yang dinyalai ruh perjuangan adalah kebun subur bagi tumbuhnya manusia agung.

Jadi mengapa kita tak mencoba menikah di kala semua tampak jelas bagi iman meski masih remang bagi mata, hidup dalam yakin pada Allah meski diragukan manusia, serta dalam keadaan tetap bekerja meski pekerjaan tak tetap? Bersama itu ada wajah culun, penampilan bosah-baseh, kesibukan yang tak memberi waktu bersantai, dan hidup pas-pasan.

Calon pasangan yang berani mengiyakan lamaran kita di saat seperti itu, pastilah seorang pejuang.

Memang tiap kita diberi ujian. Yang tampan, terkenal, kaya; pasti jauh lebih rumit baginya mendapat pasangan yang mau mendampinginya karena Allah. Bukan karena ketampanannya. Bukan karena kemasyhurannya. Bukan karena kekayaannya.

Tiap hal yang menonjol, selalu lebih kuat potensinya untuk membiaskan niat.

Maka bersegeralah wahai bujang-bujang miskin, sebab Allah menjanjikan kecukupan dalam pernikahan

Maka bergegaslah wahai bujang-bujang tak mapan, sebab Allah kan menyediakan pasangan pejuang bagi para pejuang.

Suatu hari ketika pasangan pejuang itu menikah, berkatalah sang suami pada istrinya, "Maaf ya, belum bisa membelikan rumah. Ini kontrakannya juga kecil dan mesti lewat gang sempit." "Tidak apa Sayang. Punya rumah itu tidak wajib kok." "Oh iya ya? He he.." "Iya, yang wajib itu shalat, hi hi.." "Iya ya, yang wajib itu shalat. Terus memangnya kamu nggak ingin punya rumah, Sayang?" "Mau banget banget banget, Sayang. Tapi yang penting rumah di surga. Kalau di dunia, meski pindah-pindah sewa, asal bersamamu aku rela." "Aduh Sayang, andai semua istri seperti kamu adanya, apalah gunanya ada KPK." Dan rumah mereka lalu tumbuh meluas atas karunia Allah, sebab puluhan anak-anak tetangga pun terundang untuk belajar, mengaji, menghafal Quran, membaca, dan berkarya di tiap sorenya.

✏ Ustadz Salim Akhukum Fillah

***
Special tags untuk para ganteng, cantik, dan yang semangat, para teman dan kakak-kakakku disini.
Meski tak mudah, temukan pasangan pejuang ya ��

Sejarah dan Filosofi KETUPAT

`Adalah Sunan Kalijaga yang pertama kali memperkenalkan pada masyarakat Jawa.

Sunan Kalijaga membudayakan 2 kali BAKDA, yaitu bakda Lebaran dan bakda Kupat yang dimulai seminggu sesudah Lebaran.```
*Arti Kata Ketupat.*
```Dalam filosofi Jawa, ketupat memiliki makna khusus. Ketupat atau KUPAT merupakan kependekan dari Ngaku
Lepat dan Laku Papat.
Ngaku lepat artinya mengakui kesalahan.
Laku papat artinya empat tindakan.```
*Ngaku Lepat.*
```Tradisi sungkeman menjadi implementasi ngaku lepat (mengakui kesalahan) bagi orang jawa.
Sungkeman mengajarkan pentingnya menghormati orang tua, bersikap rendah hati, memohon keikhlasan dan ampunan dari orang lain.```
*Laku Papat.*
```1. Lebaran.
2. Luberan.
3. Leburan.
4. Laburan.```
*Lebaran.*
```Sudah usai, menandakan berakhirnya waktu puasa.```
*Luberan.*
```Meluber atau melimpah, ajakan bersedekah untuk kaum miskin.
Pengeluaran zakat fitrah.```
*Leburan.*
```Sudah habis dan lebur. Maksudnya dosa dan kesalahan akan melebur habis karena setiap umat islam dituntut untuk saling memaafkan satu sama lain.```
*Laburan.*
```Berasal dari kata labur, dengan kapur yang biasa digunakan untuk penjernih air maupun pemutih dinding.
Maksudnya supaya manusia selalu menjaga kesucian lahir dan batinnya.```
*FILOSOFI KUPAT - LEPET*
*KUPAT*
```Kenapa mesti dibungkus janur?
Janur, diambil dari bahasa Arab``` *Ja'a nur* ```(telah datang cahaya ).
Bentuk fisik kupat yang segi empat ibarat hati manusia.
Saat orang sudah mengakui kesalahannya maka hatinya seperti kupat yang dibelah, pasti isinya putih bersih, hati yang tanpa iri dan dengki.
Kenapa? karena hatinya sudah dibungkus cahaya (ja'a nur).```
*LEPET*
```Lepet = silep kang rapet.
Mangga dipun silep ingkang rapet, mari kita kubur/tutup yang rapat.
Jadi setelah ngaku lepat, meminta maaf, menutup kesalahan yang sudah dimaafkan, jangan diulang lagi, agar persaudaraan semakin erat seperti lengketnya ketan dalam lepet.
Betapa besar peran para wali dalam memperkenalkan agama Islam.```
(Dari Berbagai sumber)

Thursday, March 24, 2016

Karena Wanita Harus Dinasihati

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

 Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

وَاسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا فَإِنَّهُنَّ خُلِقْنَ مِنْ ضِلَعٍ وَإِنَّ أَعْوَجَ شَيْءٍ فِي الضِّلَعِ أَعْلاَهُ فَإِنْ ذَهَبْتَ تُقِيمُهُ كَسَرْتَهُ وَإِنْ تَرَكْتَهُ لَمْ يَزَلْ أَعْوَجَ فَاسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا

“Dan berilah nasihat dengan baik kepada para wanita, karena sesungguhnya wanita itu tercipta dari tulang rusuk (yang bengkok), dan tulang rusuk yang paling bengkok itu adalah bagian paling atasnya, jika engkau memaksa untuk meluruskannya engkau akan mematahkannya, namun jika engkau biarkan ia akan tetap bengkok, maka nasihatilah para wanita dengan baik.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairahradhiyallahu’anhu]


 #Beberapa_Pelajaran:

1) Kewajiban menasihati wanita dengan metode yang lembut dan tidak membiarkannya dalam kebengkokan, hendaklah diluruskan namun dengan cara yang baik, bukan dengan cara yang kasar dan keras.

2) Bersikap kasar dan keras kepada wanita akan mematahkannya, maknanya adalah akan terjadi perceraian.

3) Isyarat bolehnya menceraikan seorang istri apabila tidak dapat diluruskan.

4) Anjuran untuk menggunakan metode pendekatan hati dalam menasihati, agar hati orang yang dinasihati lebih mudah menerima kebenaran.

5) “Politik” dalam mengatur wanita adalah dengan memaafkan kesalahannya dan bersabar menghadapi kebengkokannya serta tetap memberi nasihat dengan cara yang baik.

 [Disarikan dari Fathul Baari, (9/253-254) dan‘Umdatul Qori, (29/403-405)]
⁠⁠⁠⁠08:34⁠⁠⁠⁠⁠

Monday, January 11, 2016

APA YANG KAMU TINGGALKAN UNTUK ANAK-ANAKMU ?

Pada saat hari pembaiatan kholifah Al Manshur Rohimahulloh, masuklah “Muqotil bin Sulaiman”
rohimahulloh.

Kemudian sang kholifah pun berkata kepadanya: “Berilah saya nasehat wahai Muqotil..”

Beliaupun menjawab: “Saya beri nasehat dg yg pernah saya lihat ataukah yg saya dengar..?!

Kholifah: “dg yg engkau lihat..”

Muqotil: “Wahai amirul mukminin..!! Umar bin Abdul aziz (kholifah yg terdahulu) memiliki 11 orang anak. Beliau meninggalkan warisan hanya 18 dinar. 5 dinar utk membeli kafan dan 4 dinar utk membeli pekuburan beliau, sisanya 9 dinar dibagikan kepada 11 anaknya. Dan Hisyam bin abdul malik (kholifah setelahnya) punya 11 orang anak juga, dan jatah warisan tiap anaknya 1 juta dinar.

Demi Alloh wahai amirul mukminin..

Sungguh saya tlah menyaksikan dg mata kepala saya sendiri disuatu hari salah seorang anak umar bin Abdul Aziz bersedekah 100 kuda perang utk jihad fii sabilillah, dan salah seorang anak hisyam bin abdul malik, sedang mengemis didalam pasar..

Beliau melanjutkan nasehatnya,

“Orang2 pernah bertanya kepada umar bin abdul aziz (sebelum wafatnya), “apa yg kamu tinggalkan utk anak2mu?!” (Karena umar terkenal dg sedekahnya yg luar biasa)

Maka beliau (umar bin abdul aziz) pun menjawab: “Saya meninggalkan utk mereka ketakwaan kpd Alloh, Jika mereka adalah orang2 yg sholeh, maka sesungguhnya Alloh adalah wali (pelindung) bagi orang2 yg sholeh. Jika mereka bukan orang yg sholeh, maka tidak akan saya tinggalkan sedikitpun yg membantu mereka bermaksiat kpd Alloh..”

Renungkanlah..!!
Berapa byk orang yg sibuk, bekerja keras, bersusah payah didunia ini hanya demi menjamin kehidupan anaknya dimasa depan..

Mereka mengira, dg uang atau harta yg ada setelah kematiannya adalah jaminan kehidupan bagi anak keturunannya. Namun mereka lupa akan jaminan yg agung & hakiki yg tlah di janjikan Sang Maha Pencipta di dlm Kitab-NYA (Al Qur'anul Karim).

"SIKAP BENAR DAN MERASA BENAR"

Secara alamiah, manusia memang memiliki pandangan yang terbatas, ia hanya mampu melihat apa yang ada
di depan matanya.

Namun, Tuhan menganugerahinya mata hati yang mampu menerobos berbagai tembok pembatas. Tingkat ketajaman mata hati itu sangat tergantung dari kerendahan hati dan kedalaman ilmu seseorang.

Seseorang dikatakan arif bijaksana bila ia memiliki ketajaman mata hati. Menjadi benar itu penting, tapi merasa benar itu tidak baik. Kearifan akan membuat seseorang menjadi benar, bukan merasa benar.

Perbedaan Orang Benar dan Orang yang Merasa Benar :

- Orang benar, tidak akan berpikiran bahwa ia adalah yang paling benar.

Sebaliknya orang yang merasa benar, di dalam pikirannya hanya dirinya yang paling benar.

- Orang benar, bisa menyadari kesalahannya.

Sedangkan orang yang merasa benar, merasa tidak perlu untuk mengaku salah.

- Orang benar, setiap saat akan introspeksi diri dan bersikap rendah hati.

Tetapi orang yang merasa benar, merasa tidak perlu introspeksi. Karena merasa sudah benar, mereka cenderung tinggi hati.

- Orang benar memiliki kelembutan hati.
Ia dapat menerima masukan/kritikan dari siapa saja. Bahkan dari anak kecil sekalipun.

Orang yang merasa benar, hatinya keras. Ia sulit untuk menerima nasihat, masukan apalagi kritikan.

- Orang benar akan selalu menjaga perkataan dan perilakunya, serta berucap penuh kehati-hatian.

Orang yang merasa benar, berpikir, berkata, dan berbuat sekehendak hatinya tanpa mempertimbangkan dan mempedulikan perasaan orang lain.

Pada akhirnya, orang benar akan dihormati, dicintai dan disegani oleh hampir semua orang.

Namun orang yang merasa benar sendiri hanya akan disanjung oleh orang-orang yang berpikir sempit, yang sepemikiran dengannya, atau orang-orang yang sekadar ingin memanfaatkan dirinya.

Sahabat fillah, mari terus memperbaiki diri untuk bisa menjadi benar, agar tidak selalu merasa benar.
Bila kita sudah termasuk tipe "orang benar", bertahanlah dan tetaplah "rendah hati"....

Tuesday, September 8, 2015

SAAT KAU TERTIDUR

Saat engkau tertidur lelap, boleh jadi pintu-pintu langit diketuk oleh puluhan doa yang memohonkan
kebaikan untukmu.

Do'a itu datang dari si fakir yang pernah engkau tolong,

dari orang yang lapar yang pernah engkau beri makan,

SIKSA & SAYANG ALLAH

ADA orang yang maksiatnya lancar tapi rezekinya juga lancar, bisnisnya sukses, pelitnya luar biasa.


Bagaimana bisa ?

Jawabannya ada pada hadits berikut ini:

عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إذا رأيت الله يعطي العبد من الدنيا ما يحب وهو مقيم على معصيته ؛ فاعلم أنما ذلك منه استدراج ، ثُمَّ تَلَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ} [الأنعام: 44].

PINTU KEBAIKAN

Abu Dzar berkata, "Bahwasanya orang-orang dari kalangan para sahabat Rasulullah pernah datang menemui
beliau.

Mereka berkata, "Wahai Rasulullah, orang-orang kaya telah memiliki banyak pahala, mereka shalat seperti kami, mereka berpuasa seperti kami, dan mereka bersedekah dengan harta mereka.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,

أَوَلَيْسَ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لَكُمْ مَا تَصَّدَّقُونَ إِنَّ بِكُلِّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةً وَكُلِّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلِّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلِّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْىٌ عَنْ مُنْكَرٍ صَدَقَةٌ وَفِى بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ

Saturday, August 22, 2015

Suamimu adalah Surgamu dan Nerakamu

Suamimu adalah Surgamu dan Nerakamu...

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda kepada bibinya Hushain bin Mihshon radhiyallahu’anhuma,

أَذَاتُ زَوْجٍ أَنْتِ ؟ قَالَتْ : نَعَمْ قَالَ : فَكَيْفَ أَنْتِ لَهُ ؟ قَالَتْ : مَا آلُوهُ إِلاَّ مَا أَعْجَزُ عَنْهُ قَالَ : انْظُرِي أَيْنَ أَنْتِ مِنْهُ ، فَإِنَّهُ جَنَّتُكِ وَنَارُكِ

“Apakah engkau memiliki suami

Dia berkata: Ya. Beliau bersabda: Bagaimana posisimu baginya?
Dia berkata:  Aku tidak pernah mengurangi haknya kecuali yang aku tidak mampu untuk

Angan Angan yang Melalaikan

RENUNGAN
                                                   Ketika aku membuka lembaran-lembaran file pegawai yang telah pensiun, kutemukan catatan berikut  ini:

 Dahulu aku berangan-angan…..Andai aku menjadi seorang pegawai kanto

Dan benar saja, akhirnya akupun bekerja sebagai pegawai Sehingga akupun terobsesi untuk segera menikah.
Dahulu aku berangan-angan ….Kiranya aku dapat menikah.....

Tak Ada Toleransi dengan Orang Buta Sekalipun


Orang buta yang tidak ada penuntun ke masjid tetap di perintahkan shalat berjamaah ke masjid jika mendengar adzan, 

maka bagaimana yang matanya sehat?

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata

“Seorang buta pernah menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan berujar, “Wahai Rasulullah, saya tidak memiliki seseorang yang akan menuntunku ke masjid.”

Tanda Tanda Kerinduan Kepada Allah

KERINDUAN YANG MENDALAM

By: Ustadz Nuruddin Abu Faynan

▶️ Tanda-tanda Kerinduan Kepada Allah

1.TANDA PERTAMA
Bahagia & senang dengan ibadah-ibadah & keta'atan-keta'atan karena perasaan seorang hamba di dalamnya adanya kedekatan dengan Rabbnya.
Dia mendapatkan ketika beribadah, (ketika melaksanakan keta'atan), manisnya iman, lezatnya

13 Cara Menghindari Maksiat

Berikut ini beberapa terapi mujarab untuk menawar racun kemaksiatan:

1. Anggaplah besar dosamu
Abdullah bin Mas’ud Radhiallahu 'anhu berkata,”Orang beriman melihat dosa-dosanya seolah-olah ia duduk di bawah gunung, ia takut gunung tersebut menimpanya. Sementara orang yang fajir (suka berbuat dosa) dosanya seperti lalat yang lewat di atas hidungnya.”

2. Janganlah meremehkan dosa.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam

Romantis Itu..!!

ROMANTIS ITU...

. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
.
رَحِمَ اللهُ رَجُلاً قَامَ مِنَ الّليْلِ فَصَلَّى وَأَيْقَظَ امْرَأَتَهُ فَصَلَّتْ, فَإِنْ أَبَتْ نَضَحَ فِي وَجْهِهَا الْمَاءَ. وَ رَحِمَ اللهُ امْرَأَةً قَامَتْ مِنَ الّليْلِ فَصَلَّتْ وَأَيْقَظَتْ زَوْجَهَا فَصَلَّى, فَإِنْ أَبَى نَضَحَت فِي وَجْهِهِ الْمَاءَ
.
“Semoga Allah merahmati seorang lelaki (suami) yang bangun di waktu malam lalu mengerjakan shalat dan ia membangunkan istrinya hingga istrinya pun shalat. Bila istrinya enggan, ia percikkan air ke wajahnya. Dan semoga Allah merahmati seorang wanita (istri) yang bangun di waktu malam lalu mengerjakan shalat dan ia membangunkan suaminya hingga suaminya pun shalat. Bila suaminya enggan, ia percikkan air ke wajahnya.” (HR Abu Dawud no 1308)
.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:
.
إِذَا أَيْقَظَ الرَّجُلُ أَهْلَهُ مِنَ اللّيْلِ فَصَلَّيَا أَوْ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ جَمِيْعًا، كُتِبَا في الذَّاكِرِيْنَ وَالذَّاكِرَاتِ
.

Kata Mutiara Gus Mus (K.H.Musthafa Bisri)


1.Kebenaran kita berkemungkinan salah, kesalahan orang lain berkemungkinan benar. Hanya kebenaran Tuhan yang benar-benar benar.

2. Kalau Anda boleh meyakini pendapat Anda, mengapa orang lain tidak boleh.

3. Jangan banyak mencari banyak, carilah berkah. Banyak bisa didapat dengan hanya meminta. Tapi memberi akan mendatangkan banyak dan berkah.

Thursday, August 20, 2015

4Cara Allah memberi Rezeki kepada setiap MakhlukNya

REZEKI.
Ada 4 cara Allah memberi rezeki kepada setiap makhluk-Nya

Rezeki Tingkat Pertama.
(yang djamin oleh Allah).
Tidak ada suatu mahlukpun (termasuk manusia) yang bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin oleh Allah rezekinya.
(QS Huud [11]: 6).
Allah memberikan kesehatan, makan, minum untuk seluruh makhluk hidup di dunia ini.
Ini adalah rezeki dasar yang terendah.

Monday, August 10, 2015

Mendekatlah atau akan Di Paksa

Tidak ada yang lebih membahagiakan bagi orang yg beriman kecuali kedekatannya dengan Allah Ta’ala.

Kedekatan yang benar sebagaimana juga dicontohkan oleh Rasulullah dengan melakukan semua yang diperintahkan NYA dan menjauhi semua yang dilarangNYA.

Kedekatan seorang hamba kepada Allah Ta’ala termasuk nikmat agung yang tak bisa digapai oleh semua orang.
Dalam mengupayakan nikmat nan agung itu, seorang hamba juga diberikan pilihan untuk mendekat dengan DUA cara saja:
Suka rela,atau dipaksa.

Kejujuran Imam Syafi'i yang Menyadarkan Perampok

Imam asy-Syafi rahimahullah sebelum berangkat belajar ke Madinah belajar kepada Imam Malik
rahimahullah, beliau berkata Ibu nya :

"Wahai ibu, berilah saya nasehat !"
Ibunya berkata : "Wahai anak ku, berjanjilah kepada ku untuk tidak berdusta."
Imam asy-Syafi'i rahimahullah berkata : "Saya berjanji kepada Allah lalu kepada mu untuk tidak berdusta."
Beliau waktu usia nya masih kecil, dibekali oleh ibu nya uang 400 dirham.. Beliau menaiki hewan tunggangan nya dan keluar bersama rombongan menuju Madinah, Imam asy-Syafi menyimpan uang itu didalam sebuah kantong yang ia jahit disela - sela

Termasuk Tarbiyah Allah kepadamu

Oleh DR. Taufiq Ar Raqb

Allah punya banyak cara dlm mentarbiyah hamba2-Nya.

من تربية الله لك (1)...
قد يبتليك الله بالأذى ممن حولك حتى لا يتعلق قلبك بأي أحد لا أم ولا أب لا أخ ولا صديق، فيتعلّق قلبك بهِ وحده

(1) Termasuk tarbiyah Allah terhadapmu.
Terkadang Allah mengujimu dng gangguan & sesuatu yg menyakitkan dari orang di sekitarmu, sampai hatimu tidaklah bergantung kpd siapapun. Tdk kpd ibu, bapak, saudara, & teman. Akan tetapi, hatimu bergantung kepada-Nya saja.

Thursday, July 30, 2015

Lima Orang yang Beruntung

Semoga kita termasuk golongan yang beruntung. Siapa sajakah mereka?

1.Pertama, yaitu orang yang dengan pekerjaan, kekayaan atau kedudukannya, ia beramal shaleh. Karena yang akan ia bawa ke akhirat adalah amal shaleh dan ketakwaan.

Suatu ketika Kumail bin Yizad berjalan dengan Ali Abi Thalib ra. Kemudian, Ali menoleh ke sebuah kuburan lalu berkata, “Wahai penghuni tempat yang menyeramkan, wahai penghuni tempat penuh bala`, bagaimana kabar kalian saat ini? Maukah kalian kuberitahu kabar dari kami? Harta kalian telah dibagi-bagi, anak-anak kalian telah menjadi yatim,