Friday, January 19, 2018
Siapa Temanmu?
Khusnudzon Praduga Tak Bersalah
Allah Azza Wajalla..
atau bisa jadi Ia menghukum, Ya karna memang Ia Sang Maha Kuasa,
Sang Maha Adil,
yang tetap ada padaNya sifat Rahman dan Rahim..
Menjadi orang sebab atau akibat
Musuh Manusia yang Sesungguhnya
bagaimana ia akan menemukan apa yg ia cari, sedangkan ia sendiri tidak mengetahui apa yg ia cari,
menempatkan diri tepat pada tempatnya,
dan berguna sesuai apa yg di butuhkan,
ilmu itu sangatlah luas,
sedangkan usia amatlah sedikit,
jadi pilihlah ilmu dg bijak,
pilihlah yg terbaik untuk dunia akhirat,
agar ilmu tidak di miliki dg sia sia..
Sebaik-Baik Cita-cita
Pertanyaan yang benar benar sangat sulit untuk dijawab dikala itu, saat masa masa masih di madrasah ibtidaiyyah,
Selain bingung tentang hal apa yang aku ingin menjadi, juga masih bertanya tanya, sebenarnya cita cita itu apa?
Pas banget untuk menggambarkan ketidaktahuanku tentang rencana masa depanku sendiri.
Saturday, December 2, 2017
Dimanakah Nanti Aku?
Takkan kubiarkan pagiku melayang
Ketika Pagi yang cerah penuh harapan,
Menggapai mimpi yang indah dikala siang,
Namun ketika petang menjelang,
Angan yang terang itupun beranjak hilang,
Oh tiada lagi yang bisa aku bawa pulang,
Kecuali secuil kata penyesalan.. Itulah ibarat penghidupan di dunia,
Angan dan harapan sejatinya adalah fana,
Yang senantiasa menakut nakuti akan kemiskinan,
Hingga melupakan amal kewajiban.. Jangan biarkan pagimu melayang tanpa benang,
Hingga membuatmu terlepas dari pegangan,
Kendalikan ia, dengan hati dan pikiran,
Dengan rencana masa depan,
Dimanakah kelak engkau berlabuh,
Dalam kobaran api yang buat melepuh,
Atau dalam surga yang keindahannya berseluruh.. #muhasabahdiri
#muhasabahdini
Write by ayah @awyimam
Jadilah Kamu "INSPIRING"
Setiap manusia pada dasarnya mempunyai modal hati yg baik, seburuk apapun dia,
Begitupun sebaliknya, sebaik apapun dia, pasti ia juga punya bibit bibit keburukan,
ketika engkau ditakdirkan untuk berkawan dg orang yg kurang baik, maka pilihannya hanya ada dua, kau ikuti dia, atau dia ikutin kamu,
Dalam hal ini kau harus punya modal yg kuat dalam hatimu,
kerika kau tak sanggup berkata kata kebaikan padanya, kau bisa tunjukan kebaikan dengan tingkah lakumu,
Kembali lagi, kawan bermainmu itu selalu ada yg antagonis dan protagonis,
Pergauli semuanya, dan jadilah kamu..
Inspiring...
Hakikat Kebahagiaan
Let's find the real of you
Mbak Erlina selaku coach dalam seminar kemarin mengatakan,
"jadilah pendengar yang baik, karna tidak semua orang yang mengeluhkan masalahnya kepadamu itu membutuhkan solusi, mereka hanya ingin didengar, diakui keberadaannya."
"jika ada mereka yang menjatuhkan kita dg olokan, hinaan, atau kejahatan,kita tidak bisa menghakimi mereka dg pandangan kebencian, karena sesungguhnya kita amatlah sedikit pengetahuannya tentang mereka, yang barangkali memang masalah dibelakang mereka lebih besar dari masalah kita,"
"kebahagiaan, apa sebenarnya yg membuat kita bahagia? Punya mobil?, rumah?, jadi kalau kita tidak punya itu kita tidak bahagia?ya seringkali kita menggantungkan kebahagiaan kita dengan sesuatu yg sebenarnya bukan sesuatu yg dapat membahagiakan kita, bisa jadi itu hanya karna agar kita dianggap ada,
Jadi sebenarnya, ketika kita tahu diri kita, kita kenal diri kita, apa yg kita inginkan, apa yg kita butuhkan, dan kita sadar bahwa kita adalah sosok yg istimewa, maka disanalah kebahagiaan itu, sebanyak apapun masalah yg kita hadapi, sesering apapun hinaan atau cacian yg pernah kita dapat, ketika kita sudah menemukan "The Real of You"
Maka dg itulah kita jalani kehidupan ini dg.. KEBAHAGIAAN..
Kurang lebihnya seperti itu,
#lajuenterprise
#weekendmotipassiin
Tingkatan GALAU
Sumber "Galau"
Iman itu kadang naik dan kadang turun,
Disitulah yg terjadi sebenarnya sumber dari segala yang disebut "Galau".
Bisa jadi sumber atau sebab kegalauan itu beraneka ragam, entah itu masalah materi, status, hubungan, ataupun yg lainnya,
Tapi perhatikanlah ini,
Bagi orang yg imannya lemah, kegalauan itu muncul karna memang ia belum terlalu mengenal Tuhannya, dan itulah yg menyebabkan ia mudah sekali bersedih atas hal hal yg sebenarnya mudah untuk diselesaikan.
Bagi orang yg imannya sedang, apapun alasan kegalauannya yg terjadi sebenarnya adalah ketika iman itu mulai goyah karna permasalahannya, masalah yg dihadapinya lebih terfokus daripada imannya,
Sehingga aktifitas ibadahnya pun mulai pudar kenikmatannya, dan itulah sebab utama kegalauan yg ia dapati.
Bagi orang yg imannya tinggi, mungkin masalah masalah hidup sudah tak berarti bagi orang ini, karna kenikmatan iman yg ia dapati sudah cukup mampu untuk menghandle suasana hatinya dari masalah keduniaan.
hinaan, cacian, bukan lagi menjadi hal yg berarti, karna dg sekali bersujud saja, ia sudah mampu menepis semuanya, lalu apa yg bisa membuatnya galau?
Ya, galau dari orang level ini adalah ketika ia menyadari dosa dosanya, ketakutannya akan tidak diterimanya amal ibadahnya, juga ketika ia merasa tidak menikmati ibadahnya.
Intinya galau itu adalah keniscayaan, yg tak mungkin terlepas dari kehidupan seseorang,
Namun kualitas dari galau itulah yg menentukan nilai diri dari hidup sesosok makhluk yg disebut "Manusia".
#Renungandiri
Thursday, July 27, 2017
Lirik Sholawat Busyrolana Latin, Arabic, dan Terjemah ( Versi india Ankhe Kulli )
Yaa ‘ainu qorri a’yuna
Hadza jamalul mushtofa
lepaskan beban derita
Sembuhkan hati dan rasa
Terluka Karena dusta
Keangkuhannya dunia
Karna alam tipu daya
Tetap sabar dalam do'a
selalu sabar menjalaninya
Dan waktu telah menepati janjinya, dan kebahagiaan tampakan kemuliaan kami
يَا نَفسُ طِيبِـى بِا للِّقَا * يَا عَينُ قَــــرِّى اَعيُنَــــا
Wahai jiwa bahagialah, yg akan berjumpa dia (Muhammad).. Wahai mata, tenanglah dan tenanglah
هَــذَا جَمَــالُ المُصطَفى * اَنوَارُهُ لاَ حَـــت لَنَــــا
Lihat! Inilah keindahan al~Mushthofa (Muhammad), Cahayanya memancar menembus jiwa kita
يَا طَيبَة مَاذَا نَقُــول * وَفِيكِ قَد حَلَّ الرَّسُـــول
Duhai Thoybah (Madinah), apa yang kami katakan? Ketika Rosul telah mendiami wilayahmu
وَكُلُّنَـــانَرجُو الوُصُول * لِمُحَـــــــمَّدٍ نَبِيِّنَا
Dan kami semua ingin berjumpa dengan Muhammad, Nabi kami
يَا رَوضَةَ الهَادِى الشّفِيع * وَصَاحِبَيهِ وَالبَقيع
Wahai Roudhoh, Nabi pembawa petunjuk, dan pemberi syafa’at dan kedua sahabatnya serta Baqi’
اُكتُب لَنَــا نَحنُ الجَمِيع * زِيَارَةً لِحَبِيبِنَا
Catatlah kami semua, bahwa kami berkunjung kepada kekasih kami (Muhammad)
Semoga kesejahteraan dan salam, Wahai yang Maha Pemberi keselamatan. tercurahkan atas Nabi pengikis kegelapan
Juga kepada keluarga nabi, para sahabat yang mulia, tatkala disenandungkan pujian ”Busyro Lana”
Lirik Sholawat Ya Habibal Qalby teks Latin, Arab dan Terjemah
Yalijitta bil haqqi rosulalhidayah
Ya habibal qalbi ya khoirol baroyah
Yalijitta bil haqqi rosulalhidayah
Ya Rosulallah ya habiballah
Ya Rosulallah ya habiballah
Yaumal wiladah kalbidayah
lilhidayah kal bidayah
Yaumal wiladah kalbidayah
lilhidayah kal bidayah
Reff
Intajid ya toha binnuril hidayah
Ya Rosulallah Ya Rasulallah
Ji’ta bidinillah ji’ kullal baroyah
Yahabiballah Ya Habiballah
Ya Ya Ya Ya Basyirol khoir
Ya Rosulallah
Ya ya ya ya dalilannur
Ya Habiballah
Ya habibal qalbi ya khoirol baroyah
Yalijitta bil haqqi rosulalhidayah
Ya Rosulallah ya habiballah
Ya Rosulallah ya habiballah
Harapan yang nyata hidup bahagia
Cinta yang utama di hati slamanya
Denganmu ya Rasul rindu tuk bersama
Padamu ya Rabbi terkabul semoga
Engkaulah pujaan hatiYa Rasullah
Bersinarlah cahayanya kekasih Allah
Wahai Sang kekasih insan yang terpilih
Sholawat yang tercurah cinta sungguh indah
Pujaan hati ya Rasulallah
Cahaya cinta kekasih Allah
Ya habibal qalbi ya khoirol baroyah
Yali’jit bil haqqi rosulalhidayah

Saturday, February 18, 2017
Dua Hari Menjadi Rentenir (Secuil Pengalaman Hidup)
Dua Hari Menjadi Rentenir
Oleh : Awy Imam
Ingin hidup layaknya mereka, teman temanku, yang punya kendaraan sendiri, uang gak pernah telat, pekerjaan yang mapan, hemm, membuatku tergiur dengan pekerjaan yang ditawarkan salah satu teman kepadaku,apa itu, ya sebagai pegawai KSU keliling..
Dengan fasilitas yang menggoda, inventaris motor, helm, dan sim, dengan tampilan baju masuk yang sangat rapi, siapa yang tidak tergoda, ditengah sulitnya mencari pekerjaan di kampung, ada sih job, buruh disawah, tapi musiman, jadi tidak setiap hari ada.
Surat lamaran itupun ku buat, ya gak ribet juga, tidak membutuhkan yang macam macam, ijazah juga SMP, bisa kerja di Bank, kan lumayan, pikirku saat itu.
Tanpa banyak basa basi, sehari setelahnya aku langsung siap bekerja, dapat inventaris motor bebek honda legenda, waahh, ya lumayan lah, maklum selama itu belum pernah megang motor pribadi, sekalinya kerja langsung dapet motor, kan seneng banget..
Oke, langsung saja,
Sedikit saya ceritakan sistem kerjanya , saya akui, sistem kerja di sini cukup bagus, disiplin, dan mengedepankan sopan santun, misal, dalam berkomunikasi para pekerja diwajibkan untuk menggunakan bahasa jawa halus, atau boso kromo, entah itu dengan rekan kerja, boss, atau siapa saja, selama waktu kerja, diluar itu bebas,
Setiap pekerja ditargetkan untuk mencari nasabah sebanyak banyaknya, ada satu box catatan kredit, yang jumlahnya ratusan nama nasabah, itu semua terbagi dibeberapa wilayah,
Oh iya, sejauh yang saya tahu, di KSU ini ternyata hanya meminjamkan uang saja, tidak ada itu menabung, dari sekian banyak catatan itu semua ya catatan hutang, jumlahnya memang tidak besar, hanya pinjaman 100.000, 50.000, paling banyak ya satu juta, dan itupun jarang,
Untuk sistem pinjamannya begini, jika ada yang mau meminjam Rp.100.000, maka akan langsung di potong 10%, jadi ia hanya menerima Rp.90.000, diangsur selama 24 kali dengan nominal 5000/hari, sudah kebanyang kan berapa untungnya?
Ya kurang lebih seperti itu,
Waktu itu saya mendapat tugas di daerah srono, rogojampi, sampai banyuwangi kota, bener bener menguras tenaga dan pikiran, jarak antara nasabah satu dengan yang lain itu terpaut jauh, jadi harus tahu setiap rute yang akan dilewati , agar tidak ada nasabah yang terlewat.
Kebanyakan dari mereka yang meminjam adalah para pedagang kaki lima, warung kopi, dan warung warung makanan, tidak sedikit juga yang pinjaman pribadi.
Waktu itu saya masih dalam tahap training, jadi saya di bonceng oleh senior, diberi tahu, ini lo nasabah nasabah yang nanti akan kamu tarik,
Dalam menarik sekian banyak nasabah itu, bisa seharian penuh, berangkat pukul 8 pagi, pulang bisa sampai pukul 5 sore, sampai kantor langsung mereck up data datanya, dihitung jumlah uang yang dipegang dengan yang di buku, itu yang menguras otak, njlimet, jika salah, bisa bisa malah nombok, terbukti, dihari kedua, saya yang minus, jiaahh, coba deh bayangin, udah capek capek seharian keliling kota, sampai kantor masih dipusingkan dengan angka, eh malah suruh nombok, gerrrerr....
Semenjak itu, pada hari ketiga, saya langsung mengundurkan diri, mau jadi apa saya kalau diterusin, maklum, matematika saya nol..
Kayaknya memang ini bukan passion saya..
Sebenarnya ada alasan yang lebih parah dari itu, bayangin, ada ibu ibu tua, tinggalnya di gubuk reyot, minjem uang 100.000, gak sanggup bayar karna buat berobat, eh masih aja tiap hari didatengin, disitulah saya sudah merasa, ohh ini bukan guwe banget...
Harus segera cabut ini.
Dan ternyata, ada alasan yng lebih penting dari itu semua,
Ulasannya ada di akhir,
Sekian saja tulisan singkat ini, sebagai celoteh pengalaman,
Yang tujuan utamanya adalah hanya ingin berbagi, jika ada yang merasa tersinggung dengan tulisan ini, saya mohon maaf, semoga Allah senantiasa memberikan hidayahNya untuk kita semua..Aamiin..
Semoga bermanfaat,
---------------------+--
ِ“Riba Itu Ada 73 Pintu (Dosa). Yang Paling Ringan Adalah Semisal Dosa Seseorang Yang Menzinai Ibu Kandungnya Sendiri. Sedangkan Riba Yang Paling Besar Adalah Apabila Seseorang Melanggar Kehormatan Saudaranya.”
(HR. Al Hakim Dan Al Baihaqi)
ِ“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu.”
[Al-Baqarah: 278-279]
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melaknati pemakan riba (rentenir), orang yang memberikan / membayar riba(nasabah), penulisnya (sekretarisnya), dan juga dua orang saksinya. Dan beliau juga bersabda, ‘Mereka itu sama dalam hal dosanya’.”
(HR. Muslim).
Saturday, November 5, 2016
Antara mitos orang tua dan Syariat Agama
Mungkin bagi para anak yang tinggal di kampung halaman, atau di desa desa kelahiran,masih tersimpan mitos mitos yang katanya dari dawuh orang tua, yang seolah olah pernyataan itu mutlak tak boleh dibantah, dan harus dipatuhi bagi si anak.
seperti contoh, ketika baru lahiran, kalau dari mana mana harus cuci kaki, gak boleh langsung nyentuh bayi, atau kalau pergi kemana mana harus bawa gunting, atau peniti, dan hal hal yang diluar logika lainnya.
Sebagai seorang anak yang sedikit sedikit sudah ditanamkan ilmu syariat, tentu hal hal yang demikian itu tidak perlu di percaya sebagai sebuah kebenaran, apalagi jika sampai percaya akan mendatangkan kesialan karna gak mengikuti itu,
Tapi tidak dibenarkan juga untuk menentang pernyataan itu kepada orang tua, bagaimanapun mereka lebih dulu makan asam garam dan lebih paham akan lika liku hidup di dunia ini, sehingga atas jasanyalah kita bisa sampai segede ini, dengan kasih sayangnya, dengan pengalaman merawat anak dan mendidik yang luar biasa.
Maka hematlah kiranya jika kita sikapi mitos mitos itu dengan logika sederhana saja, tanpa sedikitpun mempercayai akan hal mistisnya, karna barang siapa yang percaya akan adanya kesialan karna tidak melakukan ini dan itu, maka sungguh ia telah syirik kepada Allah,
Jika diperintahkan untuk cuci kaki sebelum menyentuh bayi, ya anggap saja itu agar lebih bersih dan terjaga dari kotoran, ya bisa saja kan kita nginjek tai ayam di jalan, atau ketika harus bawa gunting kemana mana, ya anggap saja gunting itu kan bisa digunakan buat gunting kuku dan lain lain.
Simple saja, selain menjaga aqidah, kita juga masih bisa menghormati dan patuh terhadap orang tua, karna bagaimanapun, mereka adalah mutiara, yang kemuliaannya harus tetap kita jaga, meski sampai lusuh dan rapuh.
Ya Allah, selamatkan aku dan keluargaku, dari godaan syetan yang membawa kami kepada kesesatan, jauhkanlah kami dari bisikkan jahat yang membawa kami kepada kehinaan..
Aamiin..
5 November 2016
Masjid Agung Ibnu Batutah
Nusa Dua, Bali













