Saturday, August 22, 2015

Angan Angan yang Melalaikan

RENUNGAN
                                                   Ketika aku membuka lembaran-lembaran file pegawai yang telah pensiun, kutemukan catatan berikut  ini:

 Dahulu aku berangan-angan…..Andai aku menjadi seorang pegawai kanto

Dan benar saja, akhirnya akupun bekerja sebagai pegawai Sehingga akupun terobsesi untuk segera menikah.
Dahulu aku berangan-angan ….Kiranya aku dapat menikah.....


▪Dan benar saja, akupun menikah, akan tetapi hidup ini demikian sepi tanpa kehadiran anak.
Akupun berangan-angan….kiranya aku dikaruniakan anak

▪Dan benar saja, akupun diberikan karunia anak -anak.
Akan tetapi ,tidak berselang beberapa lama akhirnya aku jenuh dengan dinding2 apartemenku sendiri.
Akupun kembali berangan-angan..Andai aku memiliki rumah pribadi. Terdapat halaman dan tamannya…

▪Dan benar saja, setelah berusaha keras akupun memiliki rumah itu, akan tetapi… anak anak ku sudah pada dewasa..
Akupun kembali berangan-angan. Duhai kiranya aku dapat menikahkan mereka…

▪Dan benar saja, akhirnya merekapun telah menikah.
Tapi aku jenuh dengan pekerjaanku dengan segala kesulitannya,semuanya terasa sangat melelahkanku.
Akupun kembali berangan-angan..Andai aku segera pensiun agar aku dapat beristirahat.

▪Benar saja, akupun akhirnya pensiun.
 Akan tetapi akupun tinggal seorang diri persis seperti kala aku baru lulus kuliah dahulu.
Akan tetapi ketika baru lulus kuliah dahulu. Saat itu aku tengah menyongsong kehidupan,
Sementara saat ini aku sedang menyongsong akhir kehidupan.
Namun meskipun demikian, aku masih saja memiliki setumpuk angan -angan…
Kini aku berangan-angan untuk menghafalkan Al Qur’an

▪Tapi… ingatanku telah mengkhianatiku (cepat lupa)
Aku juga berangan-angan untuk berpuasa mendekatkan diri kepada Allah......
▪Tapi kesehatanku tidak lagi mendukungku.
Aku juga berangan-angan untuk bangun shalat malam....
▪Tapi kakiku tak mampu lagi menahan beban tubuhku
Sungguh benarlah Sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, al-Musthafa,

“Pergunakanlah sebaik-baiknya 5 perkara sebelum datangnya 5 perkara:
1.Masa mudamu sebelum datang masa tuamu
2.Masa sehatmu sebelum   masa sakitmu
3.Masa kayamu sebelum datang masa miskinmu
4.Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu
5.Masa hidupmu sebelum datang kematianmu

Ya Allah....Bantulah kami untuk senantiasa mengingat-Mu, bersyukur pada-Mu dan melakukan ibadah sebaik-baiknya kepada-Mu.

Saudaraku…
Jika dalam aktivitas harianmu tidak terdapat ;
√ Dua rakaat Shalat Duha,
√ Atau 1 hizb bacaan Qur’an
√ Atau shalat Witir di malam hari,
√ Atau ungkapan kalimat baik yang kau ucapkan,
√ Atau sedekah yang dapat memadamkan kemurkaan Allah,
√ Atau amalan rahasia yang tak diketahui melainkan Allah.

Maka masih adakah nikmat hidup tersisa untukmu
renungkanlah...

Related Posts:

  • SIKSA & SAYANG ALLAHADA orang yang maksiatnya lancar tapi rezekinya juga lancar, bisnisnya sukses, pelitnya luar biasa. Bagaimana bisa ? Jawabannya ada pada hadits berikut ini: عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْه… Read More
  • "SIKAP BENAR DAN MERASA BENAR"Secara alamiah, manusia memang memiliki pandangan yang terbatas, ia hanya mampu melihat apa yang ada di depan matanya. Namun, Tuhan menganugerahinya mata hati yang mampu menerobos berbagai tembok pembatas. Tingkat ketajaman… Read More
  • SAAT KAU TERTIDURSaat engkau tertidur lelap, boleh jadi pintu-pintu langit diketuk oleh puluhan doa yang memohonkan kebaikan untukmu. Do'a itu datang dari si fakir yang pernah engkau tolong, dari orang yang lapar yang pernah engkau beri ma… Read More
  • Karena Wanita Harus Dinasihati بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ  Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, وَاسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا فَإِنَّهُنَّ خُلِقْنَ مِنْ ضِلَعٍ وَإِنَّ أَعْوَجَ شَيْءٍ فِي الضِّلَعِ أَعْلاَهُ فَإِنْ ذَهَب… Read More
  • APA YANG KAMU TINGGALKAN UNTUK ANAK-ANAKMU ?Pada saat hari pembaiatan kholifah Al Manshur Rohimahulloh, masuklah “Muqotil bin Sulaiman” rohimahulloh. Kemudian sang kholifah pun berkata kepadanya: “Berilah saya nasehat wahai Muqotil..” Beliaupun menjawab: “Saya beri … Read More

0 comments:

Post a Comment