Monday, August 10, 2015

Sebagai Istri, Taatlah pada Suami

SEBAGAI seorang istri sudah seharusnya kita wajib menaati kepala rumah tangga, yakni suami. Setelah
sahnya kita terlepas dari orangtua dan berpindah pada lelaki pilihan kita, maka mau tidak mau kita harus melaksanakan kewajiban kita dengan baik. Hal ini akan lebih baik bila kita lakukan kewajiban itu sebelum kita menuntut hak sebagai istri pada suami.

Dalil-dalil menunjukkan bahwa seorang istri wajib taat kepada suaminya.
Di antaranya firman Allah, “Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang makruf.


Akan tetapi para suami mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada istrinya, dan Allah Maha Perkasalagi Maha Bijaksana,” (QS. Al-Baqarah: 228).

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka,” (QS. An-Nisa: 34).

Diriwayatkan dari Abu Dzar, “Tidaklah seorang wanita menyakiti suaminya di dunia, melainkan pasangan suaminya dari bidadari di surga akan menyatakan jangan kau sakiti dia, semoga Allah memerangimu (kata celaan), karena dia beradadi sisimu sebagai pendatang sementara yang hampir saja diamemisahkan diri darimu dan datang kepada kami (bidadari surga),” (HR. Tarmidzi dan Ibnu Hibban)

Dalam Hadits Bibi Husain, “Aku datang kepada Rasulullah shalallahu alaihi wassalam pada sebagian kebutuhan, Rasulullah bertanya, ‘Apakah engkau mempunyai suami?’ Wanita itu menjawab ‘Iya.’ Rasul bertanya, ‘Bagaimana keadaanmu terhadapnya?’ ‘Aku selalu menaatinya dan melayaninya kecuali dalam perkara yang aku tidak mampu melakukannya,’ ‘Maka lihatlah di mana keberadaanmu di sisinya, karenasesungguhnya suamimu adalah surgamu dan nerakamu’,” (HR. An-Nasai, Imam Akhmad.).

Termasuk hak suami atas sang istri adalah sang istri merawat rumah suaminya, dan tidak keluar dari rumah tanpa seizin suami. Apabila sang suami tidak ada dan terdapat kebutuhan mendesak yang harus segera dilaksanakan, maka sang istri sebelumnya harus menimbang apakah suami akan mengizinkannya atau tidak. Apabila kemungkinan sang suamimengizinkannya, maka setelah sang suami kembali, sang istri menyampaikan berita yang menenangkan suami. Akan tetapi kalau mungkin sang suami tidak mengizinkan, atau sang istri ragu mendapat izin atau tidak maka pada hukum asalnya sang istri tidak boleh keluar.

Termasuk pula hak suami atas sang istri adalah sang istri mengerjakan semua perkerjaan rumah sendiri. Tidak seharusnya sang istri meminta sang suami untuk mendatangkan pembantu yang bisa membawa akibat buruk bagi suami atau anak-anaknya. Berkata Rasulullah kepada Aisyah bahwa kadar pahalanya sesuai dengan keletihannya (dalam mengurusi pekerjaan rumah).

[]Sumber: fiqihwanita-rifa.blogspot.com

Related Posts:

  • Nasihat Syeikh Muhammad Quthb untuk Wanita 1. “Seorang anak yang rusak masih bisa menjadi baik asal ia pernah mendapatkan pengasuhan seorang ibu yang baik. Sebaliknya, seorang ibu yang rusak akhlaknya, hanya akan melahirkan generasi yang rusak pula akhlaknya. It… Read More
  • Wanita Boleh Menawarkan Diri     Ada empat wanita yang mulia di surga, salah satunya adalah Khadijah bin Khuwailid. Kelak dari rahimnya yang suci, lahir salah seorang wanita utama lainnya, yaitu Fathimah az-Zahra. Keduanya adalah orang ya… Read More
  • Berhati Hatinya Seorang Istri Oleh: Khansa Rasyid KETIKA menikah dan istri menguasai segalanya … Dengan pernikahan, menghubungkan kehidupan baik bagi 2 keluarga yang Allah satukan dalam kebahagiaan.Maka permulaan itu di sini. Dengan menikah, hubunga… Read More
  • Kemuliaan WanitaAL HABIB UMAR BIN HAFIDZ "W A N I T A" Tahukah engkau .... Bahwa yg pertama kali tinggal di Masjidil Haram adalah wanita .... Itulah ibunda kita Siti Hajar istri Nabi Ibrahim As ..... Tahukah engkau .... Bahwa yg pertama… Read More
  • Wanita Yang Di Puji Allah “Seutama-utama wanita ahli surga adalah Khadijah binti Khuwailid, Fathimah binti Muhammad, Maryam binti Imran dan Asiyah binti Muzahim.”(HR. Ahmad) SIAPA yang ingin menjadi ahli surga? Semua orang tentu menjawab dengan… Read More

0 comments:

Post a Comment