Sunday, September 15, 2013

Wanita Suci

Wanita suci,
Mungkin aku memang tak romantis tapi siapa peduli?
Karena toh kau tak mengenalku dan memang tak perlu
mengenalku.
Bagiku kau bunga, tak mampu aku samakanmu dengan bunga
terindah
sekalipun.
Bagiku manusia adalah makhluk yang terindah,
tersempurna dan
tertinggi.

Bagiku dirimu salah satu dari semua itu, karenanya kau
tak
membutuhkan persamaan.

Wanita suci,
Jangan pernah biarkan aku menatapmu penuh, karena akan

membuatku mengingatmu.
Berarti memenuhi kepalaku dengan inginkanmu.
Berimbas pada tersusunnya gambarmu dalam tiap dinding
khayalku.
Membuatku inginkanmu sepenuh hati, seluruh jiwa,
sesemangat mentari.
Kasihanilah dirimu jika harus hadir dalam khayalku
yang masih penuh
Lumpur.
Karena sesungguhnya dirimu terlalu suci.

Wanita suci,
Berdua menghabiskan waktu denganmu bagaikan mimpi tak
berujung.
Ada ingin tapi tak ada henti.
Menyentuhmu merupakan ingin diri, berkelebat selalu,
meski ujung
penutupmu pun tak berani kusentuh.
Jangan pernah kalah dengan mimpi dan inginku karena
sucimu
kaupertaruhkan.
Mungkin kau tak peduli
Tapi kau hanya menjadi wanita biasa di hadapanku bila
kau kalah.
Dan tak lebih dari wanita biasa.

Wanita suci,
Jangan pernah kautatapku penuh
Bahkan tak perlu kaulirikkan matamu untuk melihatku.
Bukan karena aku terlalu indah, tapi karena aku
seorang yang masih
kotor.
Aku biasa memakai topeng keindahan pada wajah burukku,
mengenakan
pakaian sutra emas.
Meniru laku para kyai, meski hatiku lebih kotor dari
Lumpur.
Kau memang suci, tapi masih sangat mungkin kau
termanipulasi.
Karena kau toh hanya manusia-hanya wanita.

Wanita suci,
Beri sepenuh diri pada dia sang lelaki suci yang
dengan sepenuh hati
membawamu kehadapan Tuhanmu.
Untuknya dirimu ada, itu kata otakku, terukir dalam
kitab suci, tak
perlu dipikir lagi.
Tunggu sang lelaki itu menjemputmu, dalam rangkaian
khitbah dan akad
yang indah.
Atau kejar sang lelaki suci itu, karena itu adalah
hakmu, seperti
dicontohkan ibunda Khadijah.
Jangan ada ragu, jangan ada malu, semua terukir dalam
kitab suci.

Wanita suci
Bariskan harapanmu pada istikharah sepenuh hati
ikhlas.
Relakan Allah pilihkan lelaki suci untukmu, mungkin
sekarang atau
nanti, bahkan mungkin tak ada sampai kau mati.
Mungkin itu berarti dirimu terlalu suci untuk semua
lelaki di fana
saat ini.
Mungkin lelaki suci itu menanti di istana kekalmu,
yang kaubangun
dengan segala kekhusyu’an tangis do’amu.

Wanita suci
Pilihan Allah tak selalu seindah inginmu, tapi itu
pilihan-Nya.
Tak ada yang lebih baik dari pilihan Allah.
Mungkin kebaikan itu bukan pada lelaki yang terpilih
itu, melainkan
pada jalan yang kaupilih,
seperti kisah seorang wanita suci di masa lalu yang
meminta ke-Islam-
an sebagai mahar pernikahannya.
Atau mungkin kebaikan itu terletak pada keikhlasanmu
menerima
keputusan Sang Kekasih Tertinggi.
Kekasih tempat kita memberi semua cinta dan menerima
cinta dan menerima cinta dalam setiap denyut nadi
kita.
Location: Welcome To Nusa Dua, Jalan Nusa Dua, South Kuta, Badung 80361, Republic of Indonesia

Related Posts:

  • Ruang rindu Sembunyiku dalam pekat, Sesak penuh dalam ruang gelap, Hanya dapat melihat dg ingat, Wajahmu disana yg tersenyum hangat.. Ohh adinda tercinta, Aku melamun dalam derita, Derita sesak dalam ruang rindu yg kian menyiksa, … Read More
  • Tak Menentu Harus berapa lama menunggu, jawaban dari pertanyaan sendiri, akankah sampai di depan pintu, yg terukir dalam lelapnya mimpi, aku tahu, engkau memang begitu indah, namun aku juga tahu, mendapatimupun tak mudah, boleh jadi h… Read More
  • Dalam kesendirianMalam telah datang, menggantikan cahaya menjadi awam, tak kudapati jua pijaran terang, dari pancaran cahaya rembulan.. Malam ini diantara dua rasa, rasa sunyi juga kerinduan, bercampur gejolak hasyrat yg tak terungkap, kepada… Read More
  • Jikalau aku pergi Jikalau aku pergi, Apa ada yg peduli? Yang dengan ucapan lembutnya ia berkata, kenapa pergi, aku tak bisa kehilanganmu,.. Jikalau aku pergi, Apakah ada yg melarang,? Sambil berwajah murung ia berkata, jangan pergi, aku ma… Read More
  • Ungkapan Saat ku menatapmu penuh, di sanalah hatiku terkulai luluh, dalam bersandarnya rasa berlabuh, di setiap bayang wajahmupun seluruh.. Ku tak lagi dapat menilai rasa gelisah, di setiap rona wajahmu yang begitu indah, yang terus… Read More

0 comments:

Post a Comment